Dua Balita Asal Pulau Obi Menderita Gizi Buruk

  • Bagikan
Masya Laudi (1,7 Bulan) balita penderita gizi buruk asal Desa Soligi Kecamatan Obi (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Dua balita asal Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), divonis menderita gizi buruk. Balita tersebut yakni Masya Laudi (1,7 bulan) asal Desa Soligi Kecamatan Obi dan Muhammad Fahri (8 Bulan) asal Desa Bobo Kacamata Obi Selatan.

Informasi yang dihimpun, balita atas nama Masya Laudi sempat melakukan pemeriksaan di RSUD Labuha namun karena orang tuanya Laudi Warang dan Waete Lahamu memiliki keterbatasan, sehingga Masya tidak mendapat rawat inap tetapi hanya rawat jalan.

Masya menderi gizi buruk sejak bulan Mei lalu dan sempat menjalani perawatan di Puskesmas Obi kurang lebih satu bulan. Namun karena kondisi Masya tidak kunjung membaik, pihak Puskesmas Obi mengeluarkan rujukan perawatan di RSUD Labuha.

“Sakitnya sebelum puasa. Kami sudah berobat di Puskesmas Obi setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Labuha (RSUD),” ungkap Ibu Masya, Waete ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan di rumah salah satu keluarga Waete di Desa Kupal Kecamatan Bacan, Jumat (28/6/2019).

Masya dirujuk pada Selasa 18 Juni lalu, tiba di Bacan, Masya tidak langsung dibawah ke di RSUD Labuha karena orang tunya tidak memiliki biaya, hingga Jumat 21 Juni, Masya kemudian dibawa ke RSUD Labuha untuk dirawat. Oleh dokter anak RSUD Labuha, Masya langsung diperiksa, setelah diperksa oleh dokter kemudian diberikan obat dan susu sambil diminta kembali ke rumah dan tidak mendapatkan pelayanan rawat inap.

“Setelah periksa dokter berikan obat dan susu kemudian disuruh pulang,” ujar Waete.

Laudi yang seorang petani kopra dan Waete Ibu rumah tangga ini  berusaha membawa Masya di rumah sakit tapi karena terkendala biaya kedunya terpaksa melakukan pengobatan seadanya.

“Rencana bawa ke RSUD tapi tidak ada doi (uang),” imbu Waete.

Sementara Muhammad Fahri, ditemukan petugas Puskesmas Babang saat melakukan kunjungan di salah satu rumah warga di Desa Babang yang tak lain keluarga dari orangtua Muhammad Fahri. Selanjutnya ia dibawa petugas ke RSUD Labuha untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Akhmad Rajak saat dikonfirmasi mengaku kondisi kedua balita gizi buruk saat ini sudah membaik, sehingga pihak dokter RSUD Labuha mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan perawat di rumah.

“Kondisinya sudah membaik sehingga sementara ini menjalani rawat jalan di polik anak,” singkat Akhmad. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut