Tunggu Hasil Audit BPKP, Polda Malut Bakal Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Penyuluh Pertanian

  • Bagikan
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Masrur (Foto: Istimewa)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) kini masih menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana penyuluh di Dinas Pertanian Provinsi Malut.

Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes (Pol) Masrur mengatakan, pihaknya tinggal menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Malut. Jika hasilnya sudah ada, akan dijadikan bukti tambahan untuk menentukan tersangka dalam kasus diduga merugikan Negara Rp 1,2 miliar ini.

“Masih menunggu hasil audit dari BPKP untuk menentukan tersangka,” kata Masrur kepada KabarMalut, Jumat (28/6/2019).

Pemotongan dana penyuluh di Dinas Pertanian itu diduga dilakukan oleh Bendahara Dinas Pertanian Malut beinisial WM alias Wahyudin. Dana atau honor 244 orang penyuluh di 10 kabupaten/kota tahun anggaran 2018 bersumber dari APBN itu, dipotong sejak Januari-Oktober 2018 dengan jumlah keseluruhan dana yang dididuga dikorup sebesar Rp 1,2 miliar.

Modus yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran adalah memalsukan tanda tangan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pencairan dana BOP, PNS, tenaga harian, tenaga lepas, tenaga bantu dan tenaga penyuluh. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut