Korban Perkosaan Trauma, Polres Halsel Gandeng Psikolog

  • Bagikan
Ilustrasi: korban pemerkosaan trauma

LABUHA – Hinggaki Bungan (13), korban perkosaan yang terjadi di salah satu desa pada Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), masih mengalami trauma berat. Penyidik Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Halsel menggandeng ahli Psikolog untuk mengungkap kasus yang terjadi Jumat 22 Maret 2019 lalu itu.

Kanit PPA Polres Halsel Bripka Ikram Tuatoi menyebutkan, korban mengalami trauma berat sehingga belum dapat dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Polres Halsel berencana mendatangkan Ahli Psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Malut.

“Kalau dia sudah siap kami datangkan piskolog. Sementara korban ada di desa, kesediaan korban kapan langsung kami datangkan,” ungkap Ikram kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).

Penyidik juga telah berkoordinasi dengan Kepala Desa korban berasal dengan maksud memastikan kesediaan korban untuk dimintai keterangan. Meski begitu, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan serta barang bukti.

“Alat bukti yang sudah dikantongi saat ini berupa hasil visum dan keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa,” ujar Ikram.

Sebelumnya Jumat (22/3), korban dan beberapa temannya sedang mandi di sungai yang tidak jauh dari kampung. Kemudian datang tiga pelaku yakni Hamid (52) Husen (50) dan Masri (43) mengajak korban ke kebun yang jauh dari pemukiman warga. Sesampainya di kebun milik salah satu warga, ketiga pelaku langsung melakukan aksi pemerkosaan secara bergantian.

Usai melakukan aksi bejat tersebut korban dibiarkan begitu saja di lokasi kejadian, korban yang pulang ke rumah kemudian menceritakan kejadian yang dialami kepada Ibunya. Selanjutnya Ibu korban menceritakan kapada ayah korban dan dilaporkan ke Polres Halsel di Labuha. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut