Penerimaan Pajak Semester I di KPP Pratama Ternate Rp 425,1 Miliar

Yasim Mujair
Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan Perpajakan KPP Pratama Ternate, Jusup Abdurrahman (Foto: Yanita/KabarMalut)

TERNATE – Penerimaan pajak yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate untuk semester I tahun 2019, baru mencapai Rp 425,174 miliar atau 36,96 persen dari target tahun 2019. Penerimaan pajak tersebut dikumpulkan dari 6 kabupaten/kota wilayah kerja di Provinsi Maluku Utara yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.

Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan Perpajakan KPP Pratama Ternate, Jusup Abdurrahman menyebutkan target penerimaan pajak semester I tahun 2019 naik dari tahun sebelumnya. Sampai dengan semester I tahun 2019 atau per 30 Juni 2019, realisasi penerimaan pajak KPP Pratama Ternate adalah sebesar Rp 425,174 miliar atau 36,96 persen dari target tahun 2019 sebesar Rp 1,136 triliun.

“Realisasi penerimaan pajak saat ini jika dibandingkan dengan realisasi semester I tahun sebelumnya (2018) sebesar Rp 323,973 miliar, kini KPP Pratama peroleh peningkatan sebesar Rp 96,070 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 29,65 persen,” ungkap Jusuf saat diwawancara KabarMalut, Jumat (5/7/2019).

Hampir seluruh jenis pajak mengalami pertumbuhan penerimaan dari tahun sebelumnya, antara lain PPh Non Migas tumbuh 41,14 persen, PPN dan PPnBM tumbuh 16,67 persen dan pendapatan atas PL dan PIB tumbuh 40,54 persen. Untuk penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan (P3) turun 44,32 persen dari pencapaian semester I tahun sebelumnya.

“Ini disebabkan SPPT PBB sektor P3 masih dalam proses penyampaian kepada Wajib Pajak. Apabila SPPT PBB P3 telah diterima oleh Wajib Pajak, diharapkan realisasi target penerimaan PBB sektor P3 dapat tercapai melebihi target,” tambahnya.

Menurutnya semakin membaiknya kondisi ekonomi dan dampak pembangunan di Maluku Utara, bisa memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan penerimaan pajak sektor perdagangan dan jasa yakni dari PPN dan PPnBM serta PPh Non Migas.

“Dari sektor pertambangan menunjukan peningkatan penerimaan yang sangat signifikan melalui penerimaan PPh Pasal 21 karyawan subjek pajak dalam negeri tumbuh 41,14 persen dan PPh Pasal 26 atas karyawan subjek pajak luar negeri tumbuh 5162,92 persen,” tutupnya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut