Kades Belang-Belang Sampaikan LPJ DD Secara Terbuka 

  • Whatsapp
Pembayaran tunjangan badan syara dipimpin langsung Kades Belang-Belang, Suaib Yunus.

LABUHA – Sebagai bentuk transparansi penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, Pemerintah Desa (Pemdes) Belang-Belang Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menyampaikan Laporan Peranggung Jawaban (LPJ) realisasi DD secara terbuka kepada masyarakat. Penyampaian LPJ DD dilakukan dalam rapat yang dipusatkan di kantor Desa dan disaksikan langsung Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kepala Desa Belang-Belang Suaib Yunus menjelaskan, rapat yang digelar kali ini untuk menyampaikan realisasi dan penyerapan anggaran tahap I sebesar 20 persen, sekaligus penetapan pembayaran item kegiatan 40 persen  pada tahap II tahun anggaran 2019.

Muat Lebih

“Musyawarah terbuka kali ini untuk menyampaikan pencairan dana tahap I 20 persen itu sejumlah Rp 160.000.000,” kata Suaib kepada KabarMalut, Senin (8/7/20190).

Sambung Suaib, item kegiatan yang sudah dilaksanakan melalui anggaran 20 persen tersebut diantaranya, kegiatan pembangunan pagar beton dengan panjang 250 meter, rehabilitasi Pondok Bersalin Desa (Polindes), pembayaran operasional badan syarah atau tokoh agama, pembayaran insentif LPM. Sedangkan untuk pencairan DD tahap II 40 persen sebesar Rp 315.000.000.

“Setelah disampaikan realisasi kegiatan kami langsung melakukan pembayaran sesuai dengan item kegiatan yang telah tertuang dalam APBDes tahun 2019,” ujar Suaib.

Lanjut Suaib, untuk dana tahap  II Pemerintah Desa Belang-Belang bersama BPD telah menetapkan sejumlah item kegiatan seperti, rehabilitasi bangunan masjid, pembayaran operasional tokoh agama, PAUD, sarana dan prasarana olahraga atau rehabiltasi lapangan bola kaki, tunjangan guru ngaji. Sedangkan untuk kegiatan fisik pembangunan drainase.

“Untuk kegiatan fisik drainase dananya saya serahkan langsung kepada staf Pemerintah Desa dan TPK untuk kelola kegiatan tersebut karena dianggap penting. Drainase ini sangat penting karena beberapa rumah warga saya sering terjadi genangan air disaat hujan deras,” ucap Suaib.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama dengan Pemdes dalam kegiatan-kegiatan di desa sekaligus mengawal agenda kegiatan yang merupakan hasil dari keputusan dalam musyawarah yang tertuang dalam APBDes dan RKPDes.

“Agar supaya masyarakat secara terbuka mengetahui soal penggunaan dana. Selain itu, kami juga membuat baliho untuk transparansi dana desa, sehingga dengan mudah masyarakat mengawasi atau mengontrol item-item kegiatan yang telah ditetapkan bersama BPD,” pungkas Suaib. (PN/Ajo)

Pos terkait