Satgas Yonif 734 Berhasil Gagalkan Kasus Human Trafficking antar Provinsi di Halut 

  • Whatsapp
Personel Satgas Yonif 734/Satria Nusa Samudera saat mengamankan Pelaku dan korban Human Trafficking (Foto: Istimewa)

TOBELO – Satgas Yonif 734/Satria Nusa Samudera berhasil menggagalkan kasus perdagangan manusia (Human Trafficking) jaringan antar provinsi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara.

Informasi yang dihimpun, berawal dari laporan masyarakat atas nama Fatsia Jumati (47) pada Danpos Kao bahwa dirinya merasa telah dibohongi oleh  Josi Badodo (44) warga Desa Takawi Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai dan  Dedy Enginin (42) warga Dusun Tunuo Kacamatan Kao Utara yang datang ke rumahnya dengan bermaksud mengadopsi anak gadisnya, untuk dirawat dan disekolahkan.

Muat Lebih

Kedua pelaku juga berjanji akan memenuhi segala keinginannya dan memberikan uang Rp 1 juta serta meminta nomor rekening Fatsia dan akan mentransfer uang sebesar Rp 10 juta. Tergiur dengan tawaran tersebut sehingga Fatsia bersedia menyerahkan anaknya untuk dirawat dan dibesarkan.

Namun setelah dipikir kembali bahwa dirinya baru mengenal kedua pelaku dan curiga anaknya akan dipekerjakan, Fatsia melaporkan hal tersebut ke Pos. Berdasarkan laporan tersebut Danpos Kao melaporkan ke Dansatgas Yonif 734/SNS Letkol Inf Edwin Charles dan segera Dansatgas memerintahkan jajarannya yang berada di sepanjang pos untuk berkoordinasi dengan Polsek setempat.

Sekira pukul 23:00 WIT, Senin (8/7), Danpos III/Tetewang Sertu Wahyudin Wahab bersama 2 personel pos berhasil mengamankan 1 unit kendaraan jenis pickup nopol DB 8386 OC warna hitam yang dikendarai oleh para pelaku dan mengangkut 2 orang wanita yang diduga korban human trafficking berinisial JW (13) dan NS (19). Para pelaku dan korban kemudian diamankan ke Pos Satgas III/Tetewang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa kedua gadis tersebut akan dibawa ke Manokwari Papua untuk dipekerjakan, selanjutnya Danpos berkoordinasi dengan Polsek Kao kemudian pelaku digelandang ke Polsek Kao untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Dansatgas Yonif 734/SNS, Letkol Inf Edwin Charles mengatakan, berdasarkan keterangan pemeriksaan sementara dari kepolisian bahwa perbuatan yang dilakukan oleh pelaku mengarah pada human trafficking, sehingga membuat cukup prihatin dengan adanya kasus seperti ini mengingat berdasarkan laporan dari ibu korban bahwa antara dirinya dan pelaku tidak saling mengenal dan hanya dijanjikan sejumlah uang beruntung segera menyadari dan pelaku dapat segera ditangkap.

“Kasus human trafficking dengan modus seperti ini sudah sering terjadi di berbagai daerah dan yang paling terburuk adalah anak-anak gadis dibawah umur tersebut, dipaksa dipekerjakan di tempat-tempat hiburan malam yang menjurus kearah praktek prostitusi, namun  hal tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian,” jelas  Edwin dalam keterangan yang diterima KabarMalut, Selasa (9/7/2019).

Dengan adanya kasus ini, Edwin berharap dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Maluku Utara agar tidak mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal dan menjanjikan sejumlah uang maupun janji manis lainnya.

“Saya juga telah memerintahkan kepada seluruh personel Satgas yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara untuk memeberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus juga membantu kesulitan masyarakat. Sehingga kehadiran kami dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Maluku Utara,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait