Disperindagkop Morotai Sosialisasi Pentingnya Label Produk Halal MUI Bagi Kewirausahaan

  • Bagikan
Kegiatan sosialisasi pengembangan kewirausahaan bersama sejumlah UKM Pulau Morotai yang digelar Disperindakop Pulau Morotai dan MUI Malut (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai  melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) menggelar sosialisasi pentingnya label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagi pelaku kewirausahaan.

Kegiatan sosialisasi dengan tema ‘Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keuangan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Labelisasi Produk Kehalalan MUI dan fasilitas PIRT’ yang dihadiri oleh Kepala Disperindakop-UKM Welhelmus Sahuleka dan staf, pelaku UKM dan tamu undangan dari kalangan masyarakat di Morotai bertempat di kantor Disperindagkop dan UKM Pulau Morotai.

Auditor Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Provinsi Malut, Fadlan Muin menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah mensosialisasikan label produk halal dari MUI  bagi produk yang akan dipasarkan dengan memberikan sertifikat kehalalan kepada para pengusaha UKM.

“Ini sesuai dengan PP nomor 31 tahun 2019 menegaskan bahwa Sertifikat Halal diberikan terhadap produk yang berasal dari bahan halal dan memenuhi PPH,” ungkap Fadlan kepada KabarMalut, Rabu (10/7/2019).

Auditor LPPOM MUI Malut, Fadlan Muin (tengah) saat memberikan materi kepada sejumlah UKM (Foto: Fizri/KabarMalut)

Adapun penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) dilaksanakan oleh Menteri sehingga Menteri dapat membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menyelenggarakan JPH.

“Pada tanggal 17 Oktober 2019 mendatang semua UMKM yang akan dipasarkan harus memiliki label halal dari MUI dan BPOM,” jelasnya.

Sementara, Kepala Disperindakop dan UKM Pulau Morotai, Welhelmus Sahuleka yang juga ikut hadir pada sosialisasi tersebut menyebutkan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan pentingnya label halal pada produk makanan, obat-obatan dan kosmetik bagi para pelaku usaha. Sehingga nantinya konsumen tidak ada rasa takut ketika menggunakan produk yang dipasarkan.

“Sertifikat halal ini untuk para pelaku usaha yang akan memasarkan produknya seperti makanan kering, kripik dan minuman serta obat atau kosmetik yang harus ada label halal dari MUI dan BPOM,” singkatnya. (PN/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut