Pasokan Daging Ayam Beku Masuk di Malut Meningkat

  • Whatsapp
Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Ternate, Etyawan Pramularsi (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Pasokan daging ayam beku di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Kota Ternate, pada semester pertama tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Pasokan daging ayam yang masuk Malut ini dilakukan melalui beberapa jalur transportasi baik laut, darat dan udara.

Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Ternate, Etyawan Pramularsi menyebutkan bahwa untuk semester pertam tahun 2019, daging ayam yang masuk di Malut berjumlah 2.371.645 kilo gram (kg), jumlah tersebut naik 400 ton jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Muat Lebih

“Untuk periode Januari hingga Juni 2019 atau di semester pertama naik 400 ton dengan jumlah 2.371.645 kg,” tutur Etyawan saat diwawancara KabarMalut, Kamis (11/7/2019).

Menurut Etyawan hal tersebut disebabkan oleh harga daging ayam beku yang menurun di Pulau Jawa sehingga berimbas masuk ke Malut, sekaligus kebutuhan warga Malut yang meningkat menjadi satu alasan banyaknya jumlah daging ayam beku masuk.

“Saya melihat karena warga Maluku Utara yang konsumtif dengan daging ayam dan kebetulan harga diluar lebih murah, jadi tidak menutup kemungkinan untuk stok di Maluku Utara diambil dari sana (Jawa),” cetusnya.

Ia juga menambahkan untuk kasus penahanan dan pemulangan meningkat terjadi di bulan Juni 2019, yang merupakan imbas dari arus balik dengan membawa bawaan yang dilarang dan tidak mengantongi izin sesuai prosedur dari Karantina asal. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *