Ombak Besar dan Angin Kencang, Motoris Tunda Pelayaran

  • Bagikan
Beberapa loangboat yang berlabuh di sekeitar pelabuhan Sanana (Foto: Ilham/KabarMalut)

SANANA – Sejumlah Loangboat terpaksa harus berlabu di seputaran pelabuhan Sanana akibat cuaca ekstrim melanda perairan Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara. Para motoris menunda keberangkatan pelayanan ke desa-desa di Pulau Mangoli sambil menanti perubahan cuaca.

“Kita terpaksa bermalam dulu di rumah keluarga yang ada di Sanana,” kata sejumlah warga saat ditemui KabarMalut, Selasa (16/7/2019).

Salah satu motoris, Din Soamole menuturkan cuaca ekstrim tersebut oleh warga lokal menyebutnya musim timur dan selatan. Menurutnya, cuaca di perairan Kepsul sering kali menelan korban jiwa, maka harus istikhar ketika tima ombak besar dan angin kencang.

“Cuaca ini terlalu bahaya, karena ketinggian ombak sampai 2 meter ini terlau bahaya,” pungkasnya.

Sepanjang bulan Juli perairan Kepsul masih dilanda ombak besar dan angin kencang, namun masyarakat masih bisa berlayar pada waktu  tertentu yaitu pukul 05:00 WIT sampai 07:00 WIT. Transportasi laut di  beberapa desa  tidak lagi normal seperti biasanya, yaitu di Desa Waisakai, Kawata Kobo Kecamatan Mangoli Utara Timur  maupun di Desa Buya dan Auponia  Kacamata Mangoli Selatan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut