Lintas Organisasi Perempuan Malut Minta Polisi Seriusi Kasus Pembunuhan Kiki

  • Whatsapp
lintas organisasi perempuan Malut di kantor Dit krimum Polda Malut. (Foto: Ynita?kabarMalut)

TERNATE – Lintas organisasi perempuan Maluku Utara yang terdiri dari Asosiasi perempuan Malut (Asper), Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI) kota Ternate, Kaukus perempuan politik Indonesia (KPPI) Malut dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Malut mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dit krimum Polda Maluku Utara, Senin (22/7/2019).

Kedatangan keempat organisasi perempuan ini untuk mengecek sekaligus memastikan berjalannya proses hukum kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan pelaku MI (35) terhadap GWK alias Kiki (19).

Muat Lebih

Koordinator lintas organisasi perempuan Malut, sekaligus ketua Asper, Marlita Puasa kepada Kabar Malut, Senin (22/7/2019) di kantor unit PPA Ditkrimum Polda Malut menyampaikan keseriusan Lembaga-lembaga organisasi perempuan di Maluku Utara dalam mengawal sekaligus menuntut keadilan bagi keluarga korban.

“Sesuai rapat terbatas yang kami lakukan, kami menyatakan akan mengawal dan mengawasi proses hukum yang sementara ini ditindaklanjuti oleh polres Kepulauan Tidore,”ungkapnya.

Menurut Marlita kasus ini sangat serius sehingga dapat menimbulkan trauma bagi anak-anak perempuan, orang tua dan masyarakat luas. Sehingga kasus yang sempat viral di media sosial tersebut benar-benar harus diseriusi oleh pihak kepolisian.

Tidak hanya sekedar mengawal, Marlita dan keterwakilan organisasi perempuan se Maluku utara juga berencana akan menggelar aksi Moral kedepan dengan agenda menuntut keadilan dan pelaku bisa diberikan hukuman mati atau diberlakukannya Hukuman kebiri.

“Saya bersama teman-teman dari organisasi perempuan lainnya berencana akan melakukan aksi moral menuntut keadilan bagi korban dan kami menginginkan pelaku bisa dijerat hukuman mati,”tegasnya.

Sehingga dirinya berharap dalam proses hukum ini tidak ada masalah administrasi dalam penanganan da harus benar-benar serius dalam penuntasan kasus ini.

Sementara itu Sekretaris IPMI kota Ternate, Wirda Mahani Albaar saat diwawancarai juga berharap pelaku bisa dijerat hukuman mati atau hukuman kebiri. Menurutnya kasus ini sangat menarik perhatian masyarakat sebab sebelumnya pelaku merupakan residivis dengan kasus pemerkosaan dan dihukum selama 4 tahun penjara.

Bagi Wirda ini juga menjadi satu masukan bagi instansi terkait dalam hal ini dinas perhubungan dan lembaga terkait agar bisa lebih jeli dalam pemberian izin bagi sopir angkutan lintas halmahera, karena mengingat pelaku juga merupakan supir lintas Halmahera. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *