APBD Ternate Terus Defisit, DPRD Usul Perusda Tak Kontribusi Dibubarkan

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Kota Ternate, Mubin A Wahid (Foto: Amri/KabarMalut)

TERNATE – Anggarap Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate beberapa tahun terakhir terus mengalami defisit. Jika di tahuan anggaran 2020 mendatang kembali dirancang deficit, maka DPRD mengusulkan sejumlah Perusahan Daerah (Perusda) tak memiliki kontribusi harus dibubarkan.

Wakil Ketua DPRD Ternate Mubin A Wahid mengaku sudah seharusnya Pemerintah Kota Ternate menghentikan penyertaan modal ke Perusda yang tak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini sebagai konsekuensi defisit anggaran daerah.

“Jika APBD tahun 2020 kembali defisit, konsekuensinya tidak boleh ada investasi ke perusahan daerah. Bila perlu melakukan pembubaran perusahan daerah yang tidak memberikan kontribusi sama skali terhadap pendapatan asil daearh,” kata Mubin kepad KabarMalut, Minggu (28/7/2019).

Menuru Mubin, keberadaan Perusda seharusnya menghasilkan kontribusi bagi daerah, bukan sebaliknya pemerintah memberikan investasi (penyertaan modal) tanpa adanya kontribusi.

“Sudah seharusnya ada kontribusi dari perusahan daerah,  bukan sebaliknya yang terjadi tidak ada kontribusi,” tegasnya.

Perusda yang dinilai layak dibubarkan karena tidak memiliki kontribusi PAD, seperti halnya Apotik Bahari Berkesan, PT Alga dan beberapa Perusda lainnya. Dari sekian Perusda, hanya PDAM dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang dinilai memiliki kontibusi PAD, sehingga patut diperkuat.

“Bila perlu kita fokus membesarkan PDAM dan Bank Syariah, sehingga ada memberikan  pelayanan kepada masyarakat dan memberikan efek balik terkait dengan pendapatan daerah, ” pungkas Mubin. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut