The Asian Post Anugrahi Kepsul Sebagai Indeks Sosial Terbaik Ke 2

  • Whatsapp
Kabupaten Kepualauan Sula dianugrahi sebagai Indeks Sosial Terbaik Ke 2 pada Anugerah Kepala Daerah dan BUMD Terbaik 2019 yang digelar The Asian Post (Foto: Istimewa)

SANANA –  Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut), menerima penganugrahan indeks sosial terbaik ke-2, setelah Kota Solok Provinsi Sumatra Barat versi The Asian Post pada ajang Penganugrahan Kepala Daerah dan BUMD terbaik tahun 2019 yang  digelar di Hotel Shangrila Jakarta,  Jumat (26/7).

Pemberian penghargaan ini berdasarkan kajian berupa pengukuran terhadap daerah yang terdiri dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Muat Lebih

Pemimpin Redaksi The Asian Post, Eko B Supriyanto menuturkan, salah satu kunci utamanya dan barometer penghargaan ada di tangan kepala daerah. Jika kepala daerah bisa mengoptimalkan potensi daerahnya, tentu perekonomiannya bisa ikut terangkat.

“Sudah waktunya menjadikan ekonomi sebagai panglima. Kepala daerah yang mempunyai visi dan ekonomi kuat selayaknya dapat suara dan menjadi kepala daerah. Tidak mudah memang, tapi bukan tidak bisa,” ujar Eko B. Supriyanto, di Jakarta.

Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes (Foto: Istimewa)

Bupati Kepsul, Hendrata Thes menyebutkan, penghargaan ini tentu menjadi motivasi baru bagi Pemda Kepsul untuk lebih semangat dalam mendorong pembangunan daerah dari berbagai sisi.

“Kita berharap tidak cepat berpuas diri dengan penghargaan ini tetapi menjadi motivasi kita untuk terus bekerja dan berinovasi apalagi penghargaan ini adalah penghargaan nasional, “kata Hendrata, Senin (29/7/2019).

Keberhasilan itu menjadikan Kepsul satu-satunya daerah di Malut yang mendapat anugerah tersebut. Menurut Hendrata penilaian terhadap daerah yang masih dalam kategori penerima anugerah dilakukan oleh lembaga independen. Dimana Kepsul menjadi salah satu daerah di Malut yang berhasil dalam melaksanakan program sosial pemerintah dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang menilai adalah tim independen dengan melihat berbagai aspek, dan Sula dianggap layak karena berhasil,” tambah Hendrata.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga punya peran penting dalam mendukung program pembangunan di daerahnya. Sebagai entitas bisnis, BUMD, termasuk BUMD keuangan berbentuk bank, yakni Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) milik Pemerintah Daerah (Pemda), tidak bisa hanya bergantung pada Pemda. Mereka harus mampu bersaing secara profesional di industrinya masing-masing.

“Kita berharap, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Jawa dan Sumatera, tapi bisa lebih menyebar ke Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya yang lebih merata. Jangan sampai otonomi daerah cuma melahirkan raja-raja kecil di daerah,” ujarnya.

The Asian Post menyelenggarakan ‘Anugerah Kepala Daerah dan BUMD Terbaik 2019’ sebagai bentuk apresiasi bagi Pemda beserta kepala daerahnya, kota dan kabupaten terbaik, serta BUMD yakni BPD dan BPR/BPRS milik Pemda dalam mendorong ekonomi daerahnya lebih maju.

Kriteria penilaian untuk Pemda terbaik yang terdiri atas 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota ini berdasarkan indeks ekonomi, sosial, keuangan, dan daya saing. (ADV/Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *