Kejari Ternate Terapkan Ancaman Hukuman Bos Karapoto 15 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Ternate, Pardi Muthalib (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE -Setelah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari Penyidik Polda Maluku Utara, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate telah menyusun pasal yang akan dijeratkan ke Bos Karapoto Fitri Puspita Hapsari alias Opik selaku Direktur. Pasal yang disangkahkan kepada Opik yakni pasal 46 ayat (1) KHUP Pidana tentang Perbankan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Ternate, Pardi Muthalib mengatakan pasal 46 ayat yang diterapkan nilai  sudah berat, tetapi nanti dilihat fakta persidangan nanti karena ancaman hukuman itu masih bisa bertambah.

Muat Lebih

“Perkara investasi bodong yang melibatkan Fitri alias Opik sementara ancaman hukum itu (15 tahun), karena ada standar hukum pidana minimal dan maksimal. Tergantung JPU menggali lewat saksi-saksi beserta barang bukti dalam fakta persidangan apakaha perkara ini masuk pencucian uang atau perbankan,” kata Pardi kepada KabarMalut, Kamis (1/8/2019).

Pardi menjelaskan, penerapan dakwaan terdapat terdakwa terdapat beberapa pasal, nantinya JPU yang membuktikan pasal yang didakwa dari keterangan saksi-saksi serta bukti-bukti pada fakta persidangan. Bahkan sejuah ini Kejari Ternate telah menangani 6 kasus invetasi bodong.

“Dua perkara invetasi telah diputus oleh pengadilan dengan hukuman yang berbeda-berbeda,” tandas Pardi. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *