Panitia Festival Morotai Bantah Beri Makanan Nasi Berulat ke Peserta Tarian Kalosal

  • Bagikan
Panitia Festival Morotai Bidang Konsumsi, Rina Ishak (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Panitia kegiatan Festival Morotai tahun 2019, membantah pemberitaan terkait pengakuan sejumlah peserta tarian kolosal diberikan makanan yang sudah berulat saat latihan di lapangan eks Sail Morotai Desa Juanga, Kabupaten Pulau Morotai, Senin (29/7).

“Makanan yang diberikan panitia itu (kepada peserta tarian kolosal) tidak berulat, karena di media itu katanya berulat,”  ungkap Panitia Festival Morotai Bidang Konsumsi, Rina Ishak didampingi Ida Arsyad kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Rina mengaku nasi dan lauk pauk peserta tarian baru dimasak pagi hari dan siangnya dibagikan ke peserta, sehingga dipastikan tidak berulat.

“Kalau dibilang ada ulat itu terkecuali makan dibuat 2 sampai 3 hari lalu, tapi ini kan makanan dimasak pagi, sementara makannya jam 4 atau 5 sore, jadi bukan tidak berulat, yang ada hanyalah makanan tidak sedap karena makanan panas dibungkus pagi tidak pakai kotak,” tuturnya.

Nasi yang dipesan panitia untuk peserta sebanyak 700 bungkus, nasi dan ikan dimasak pagi hari, kemudian sekira pukul 11:00 WIT diantar ke tempat acara. Namun banyak peserta yang sering belum langsung makan dan menunda  hingga sore sekira pukul 16:00 atau 17:00 WIT baru dimakan, maka menimbulkan aroma  tidak enak dimakan.

Meski begitu, dengan adanya kejadian ini, Rina mengaku menjadi bahan koreksi sehingga kedepan tidak terjadi lagi. Bahkan, keduanya menyarankan kepada pejabat terkait agar konsumsi untuk 2.000 orang yang akan memeriahkan tarian kolosan dan bambu tada harus disiapkan tukang masak dari masyarakat yang ditunjuk.

“Sehingga nantinya tidak terjadi seperti yang sebelumnya,” tutupnya.

Sebelumnya, puluhan pelajar tingkat SMP/MTS yang menjadi peserta tarian kolosal pada Festival Morotai 2019, mengaku diberi makanan berupa nasi bungkus yang sudah busuk dan berulat oleh pihak panitia penyelenggara. Kejadian ini, disaat para peserta diberi makanan untuk makan siang pada sesi latihan Senin (29/7) kemarin.

“Iya om kemarin (Senin) itu nasi bungkus yang mereka kasih ke kami itu sayurnya ada ulat, ulatnya loncat-loncat jadi kami langsung buang,” ungkap sejumlah peserta tarian kolosal kepada wartawan saat berbincang-bincang di lokasi latihan di Lapangan Sail Morotai, Selasa (30/7).

Saking laparnya saat latihan, ada peserta tidak melihat secara seksama sehingga memakan nasi yang sudah berulat itu.

“Kayaknya ulat itu dari sayur kacang panjang, soalnya ulat kaluar dari situ. Sempat satu teman saya tidak tahu jadi sudah sempat makan,” cerita salah satu peserta lainnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut