Abaikan Imbauan PP FSN KEP SPSI, Karyawan PT NHM Tetap Mogok Kerja

  • Bagikan
Suasana Aksi Mogok Kerja oleh Karyawan PT NHM di depan Kantor Admin PT NHM (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Surat Imbauan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSN KEP SPSI), kepada seluruh karyawan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) untuk menangguhkan aksi mogok kerja. Namun imbauan ini diabaikan dan para karyawan dan tetap melaksanakan mogok kerja.

Terbukti, Senin (5/8/2019) karyawan PT NHM tetap melaksanakan aksi mogok kerja yang berlangsung di depan Kantor Admin PT NHM. Massa aksi mendesak pihak PT NHM agar membayar hah-hak (Pasangon) mereka dan segera jalankan pasal 67 Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Koorlap Aksi, Yos Kulape dalam orasinya mengatakan, jika PT NHM tidak segera membayar pasangon 200 orang para karyawan. Maka aksi mogok kerja akan terus berlangsung di PT NHM.

“Jika mereka tidak membayar pasangon kami, maka aksi mogok kerja ini akan terus dilaksanakan,” kata Yos.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 10:00 WIT ini, massa juga memaksa masuk menerobos pintu kantor admin PT NHM untuk mengeluarkan dua pejabata Sefty Departemen PT NHM yakni Philips Hopkins dan Nicolas dari Gosowong. Namun dihalangi oleh gabungan personil pengamanan dari PAM Obvit Polda Malut, Polres Halut dan Polsek Malifut.

Sebelumnya, PP FSN KEP SPSI mengnerbitkan surat nomor :Org.174/PP FSP KEP/SPSI/VIII/2019 yang ditujukan ke PUK SP KEP SPSI PT NHM mengimbau para karyawan untuk menangguhkan mogok kerja.

Surat yang ditandatangani Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R Abdullah dan Afif Johan selaku Sekertaris Umum, tertanggal 3 Agustus 2019, terdapat tiga poin penting yakni, mendorong penyelesaian permasalahan hubungan industrial yang terjadi di PT NHM agar lebih mengedepankan perundingan bipartite dengan semangat musyawara untuk mufakat. Menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih Kementerian Ketenagakerjaan RI yang memiliki niat dalam turut serta membantu penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan di PT NHM.

Serta PP FSP KEP SPSI siap memberikan pendampingan dan bantuan lainnya kepada PUK SP KEP SPSI PT NHM dalam penyelesaiaan masalah ketenagakerjaan yang dihadapi. PP FSP KEP SPSI mengimbau PUK SP KEP SPSI PT NHM agar menangguhkan rencana mogok kerja yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 5-18 Agustus 2019 serta menghadiri undangan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk pertemuan yang akan dilaksanakan pada hari Senin 5 Agustus 2019 sebagai bentuk upaya untuk menyelesaikan permasalahan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut