Warga Keluhkan Proyek Jalan Setapak Dikerjakan Asal Jadi

  • Bagikan
Proyek pekerjaan jalan setapak di Kelurahan Mafututu yang dikeluhkan warga (Foto: Istimewa)

TIDORE – Proyek pekerjaan jalan setapak di Kelurahan Mafututu Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dinilai keluhkan warga karena pekerjaannya asal jadi. Proyek yang dianggarankan pada APBD Tikep 2019 sebesar Rp 207.380.544.47  dan dikerjakan CV Cahaya Hijra pekerjaanya diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Salah satu Tokoh Pemuda Kelurahaan Mafututu, Rustam Hamisi mengatakan pekerjaan asal jadi ini disebabkan karena kontraktor pekerjaan tidak stey di lokasi kerja dan kurangnya pengawasan oleh dinas terkait (PU). Sehingga para pekerjaan mengerjakan sesuka hati tanpa melihat RAB yang direncanakan.

“Seperti yang terjadi di lapangan penyusunan pondasi yang seharusnya 20 cm ke dalam tanah sesuai gambar proyek, tapi pekerjaan yang sudah dilakukan batu pondasi disusun di atas tanah, bahkan lebih fatalnya batu pondasi tersebut disusun di atas batang kayu, kemudian batu lantai diletakkan di atas lantai stapak lama, hal ini membuat kualitas jalan tidak baik jika dibiarkan,” ungkap Rustam kepada KabarMalut, Senin (5/8/2019).

Dia menambahkan, masyarakat meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU ) agar mengawasi proyek  yang sedang berjalan di tahun anggaran 2019.

“Kami juga meminta Walikota Tidore Kepulauan agar menegur dan memberikan sanksi keras kepada kontrak nakal tersebut agar masalah seperti tidak lagi terjadi di Kota Tidore Kepulauan,” pungkasnya. (Kha/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut