Hentikan Mogok, Besok Karyawan PT NHM Kembali Kerja

  • Bagikan
Aksi mogok kerja karyawan PT NHM (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Aksi mogok kerja yang dilakukan para karyawan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara, telah berakhir. Pihak manajemen telah bersepakat dengan para karyawan melalui Pimpinan Serikat Pekerja tentang hak-hak karyawan, sehingga mulai besok karyawan akan kembali bekerja seperti biasanya.

“Manajemen PT Nusa Halmahera Minerals dan para pemimpin Serikat Pekerja telah mencapai kesepakatan hari ini untuk melanjutkan pembicaraan tentang hak-hak karyawan terkait dengan akuisisi atau perubahan kepemilikan. Pertemuan itu juga menyepakati bahwa pekerja yang melakukan mogok kerja dalam dua hari terakhir untuk menghentikannya dan kembali bekerja mulai besok,” ungkap External Communications Specialist PT NHM, Ramdani Sirait kepada KabarMalut, Selasa (6/8/2019).

Ramdani mengatakan, karyawan telah menghentikan mogok kerja dan akan ada pertemuan lanjutan Rabu (7/8) besok, antara manajemen PT NHM dengan Pimpinan Serikat Pekerja serta instansi terkait lainnya. Pertemuan akan berlangsung Site Gosowong akan dihadiri pula perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“Rabu besok akan ada pertemuan antara pemimpin Manajemen dan Serikat Pekerja di Site Gosowong, dan juga akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dinasr Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara dan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya karyawan PT NHM melakukan aksi mogok kerja di depan Kantor Admin PT NHM mendesak pihak perusahan agar membayar hah-hak (Pasangon) mereka yang selama ini belum dibayar  dan segera jalankan pasal 67 PKB.

Massa aksi juga meminta agar pihak PT NHM segera keluarkan dua pejabat Sefty Departemen yakni Philips Hopkins dan Nicolas dari Gosowong. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut