Pecahkan Rekor MURI, Menpar Tetapkan Festival Morotai Masuk Calender of Event 2020

  • Whatsapp
Perwakilan Musium Rekor Indonesia memberikan piagam penghargaan Rekor MURI Pemain Musik Bambu Tada kepada Bupati Pulau Morotai Benny Laos, yang disaksikan Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Atraksi 2.124 peserta Pemain Musik Bambu Tada pada acara puncak Festival Morotai 2019, yang berlangsung di lokasi Sail Morotai di Desa Juanga, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Rabu (7/8/2019), berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bahkan rekor Dunia sebagai Pemain Musik Bambu Tada terbanyak.

Permainan Musik Bambu Tada menjadi pusat perhatian tamu undangan dan ribuan masyarakat Pulau Morotai dari berbagai elemen yang ikut hadir. Tidak hanya itu, festival yang mengangkat tema Land of Stories ini, menampilkan berbagai tarian khas daerah Maluku Utara seperti soya-soya, tide-tide, cakalele, dana-dana dan penampilan menarik permainan Musik Bambu Tada secara kolosal.

Muat Lebih

Pada puncak acara tersebut juga menjadi momen yang bersejarah bagi masyarakat Pulau Morotai atas penghargaan sebagai Pemain Musik Bambu Tada terbanyak di Indonesia bahkan di dunia sehingga dinobatkan sebagai pemecah rekor MURI.

Penyerahan Piagam Rekor MURI diserahkan langsung oleh Perwakilan Museum Rekor Indonesia kepada Bupati Pulau Morotai Benny Laos, yang disaksikan Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya yang turut hadir dalam acara tersebut.

Seluruh Penari dan Pemain Musik Bambu Tada (Foto: Fizri/KabarMalut)

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arif Yahya memastikan pada tahun 2020 mendatang, Festival Morotai akan masuk Calender of Event 2020.

“Saya pastikan bahwa Festival Morotai akan masuk Calender of Event tahun 2020. Sekali lagi saya ucapkan selamat semoga menjadi destinasi utama wisata kelas dunia,” ucap Arif.

Hal senada disampaikan. Bupati Pulau Morotai, Benny Laos mengaku tak menyangka pada Festival Morotai ini, Morotai bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia dengan pencapaian rekor MURI hingga rekor Dunia untuk Pemain Musik Bambu Tada terbanyak di Indonesia dan dunia untuk kali pertama.

“Penampilan yang luar biasa tadi tidak disangka-sangka dimana kita menargetkan rekor MURI namun mendapatkan rekor dunia, hari ini Morotai menampilkan terbaik untuk Indonesia, terima kasih kepada semua pihak atas partispasi kegiatan ini,” ujar Benny ketika diwawancara awak media usai acara.

Para Peserta Musik Bambu Tada saat atraksi di depan tim verifikasi MURI dan Menteri Pariwisata serta tamu undangan di puncak acara Festival Morotai, di lapangan Sail Morotai Desa Juanga (Foto: Fizri/KabarMalut)

Sementara Senior Manager MURI, Awan Rahargo mengatakan pagelaran Bambu Tada sesuai kriteria untuk masuk sebagai rekor MURI dan Dunia.

“Kami yakin Bambu Tada ini belum terjadi di negara lain dan ini hanya terjadi di Persada Nusantara yang ditampilkan segenap warga Morotai, maka kami kukuhkan sebagai rekor dunia,” ungkapnya.

Menurut Awan, Ada dua kategori sehingga masuk rekor dunia pertama pagelaran yang dimainkan secara kolosal atau terbanyak dan superlatif terbanyak di dunia yang sesuai hasil verifikasi tim lebih dari pencapaian target yang hanya 2.019 peserta menjadi 2.124 peserta.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau yang juga selaku Ketua Panitia Festival Morotai, Muhammad Maruf Kharie menjelaskan peserta rakyat Festival Morotai ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, berdasarkan kalender event yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata RI.

“Tujuan untuk menarik wisatawan baik Wisman atau lokal untuk berkunjung ke Morotai. Karena selain menampilkan atrakasi budaya, panitia juga menampilkan sejumlah event menarik seperti tinju amatir, lomba perahu hias, lomba fishing dan pameran serta berbagai macam lomba lainnya,” tutup Kharie. (Ajo)

Pos terkait