Berkas Kasus Bom Ikan dan Laka Laut Dinyatakan Lengkap

  • Whatsapp
Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Arif Budi Winofa didampingi Kabid Humas Polda AKBP Hendry Badar dalam konferensi pers (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Berkas kasus bom ikan di perairan Pulau Obi Kabupaten Helmahera Selatan dengan tersangka AML, LTA dan ARA serta kasus kecalakan laut di pelabuhan Bastiong antara speedboad Delta dan motor kayu PM Mila dengan tersangka MK dan IF, dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Peneliti. Penyidik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Maluku Utara siap melimpahan berkas dan tersangka kedua kasus ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kedua kasus itu sudah masuk tahap II. Untuk kasus bom ikan dengan tiga tersangaka tersebut berkasnnya akan diserakan ke Kejaksaan Negeri Labuha Halmehara Selatan. Sementara laka laut di pelabuhan Bastiong akan diserahkan ke Kejari Ternate,” kata Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Arif Budi Winofa kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

Muat Lebih

Terkait pasal yang disangkakan, masing-masing untuk kasus bom ikan dengan tiga tersangka itu pasal 84 ayat (1) Undang-Undang  nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Pidana dengan  ancaman penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar lebih.

“Sementara untuk kasus laka laut di Pelabuan Bastiong para tersangka disangkakan dengan pasal 323 ayat (1) dan (2) Undang-Undang nomor 17 tahun 2018 tentang pelayaran dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandas Arif. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *