Soal Kasus Waterboom, Apris Mengaku Tak Bisa Jelaskan

  • Whatsapp
Kasi Penkum Kejasaan Tinggi Maluku Utara, Apris Risman Ligua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kasi Penkum Kejasaan Tinggi Maluku Utara, Apris Risman Ligua mengaku tak bisa memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan Hak Guna Lahan (HGB) Waterboom senilai Rp 3,3 milaar tahun 2011 di Kelurahan Kayu Merah Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Apris mengatakan meski kasus waterboom dalam putusan Mahkamah Agung memerintahkan agar dilakukan pengembangan, namun diri belum bisa memberi berkomentar dengan alasan belum mendapat informasi dari Penyidik Satuan Tugas Khusus (Satgus) Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK).

Muat Lebih

“Status kasus waterboom ini seperti apa saya belum bisa memberi penjalasan kepada teman-teman media. Nanti pak Kajati pulang dari Jakarta baru diberikan penjelasan tindak lanjutnya seperti apa,” singkat Apris kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Sebelumnya, dimasa kepimpinan Kajati Maluku Utara Ida Bagus Nyoman Wismantanu kasus waterbom bakal ditindaklanjuti untuk dilakukan pendalaman, dengan tujuan mengungkap keterlibatan pihak lain. Sebab amar putusan peninjau kembali dari Mahkamah Agung tersebut disebutkan ada keterlibatan banyak pihak, sehingga tim penyidik Satgus P3TPK diperintah mendalami kembali amar putusan itu terkait peran orang-orang yang diduga terlibat tindak pidana dalam kasus ini. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *