50 Persen Wilayah Halsel Potensi Likuifaksi

  • Whatsapp
Retak akibat Gempa Bumi M 7,2 Halmahera Selatan (Foto: Istimewa)

LABUHA – Untuk mengetahui kondisi dan potensi bencana gempa serta tsunami di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Pemerintah Daerah menghadirkan Dr Ario Muhammad ahli Tsunami dari Universitas Bristol Inggris dalam Sosialisasi Penanggulangan Bencana dengan tema ‘Edukasi dan Mitigasi Bencana Alam Gempa-Tsunami’.

Dalam pemaparannya Dr Ario mengurai banyak terkait dengan masalah potensi gempa dan tsunami di Kabupaten Halmahera Selatan, serta gempa yang baru saja melanda Juli lalu termasuk masalah likuifaksi.

Muat Lebih

“Desa-desa di Halsel ini diatas 50 persen potensi likuifaksi, karena banyak desa yang berada di daerah pesisir dan dekat rawa,” beber Ario

Dr Ario juga telah melihat secara langsung dampak gempa yang mengguncang wilayah halsel bebrapa waktu lalu dengan magnitudo 7.2 itu, yakni wilayah Gane, di Desa Yomen, Liboba Hijrah, Dowora dan beberapa desa lainnya.

“Potensi gempa dan tsunami di Halsel ini ada dan gempa pada 14 Juli lalu adalah jenis gempa sesar,” ujar pria asal Malifut ini.

Ahli Tsunami Universitas Bristol Inggris ini juga menyampaikan bahwa rumah kebun merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Maluku Utara khususnya di Halmahera Selatan untuk dijadikan tempat mengevakuasi diri jika terjadi gempa bumi.

Adik kandung dari Istri Bupati Halsel ini juga mengimbau, ketika terjadi gempa bumi, warga diminta menjauh dari pesisir pantai. Selain itu, hutan mangrove juga dapat meminimalisir dampak gempa yang berpotensi tsunami.

“3 detik lari, 3 menit mengungsi, jangan panik ketika tsunami dan tanamlah tanaman soki (Mangrove) jangan ditebang dan rumah jauhkan dari areal rawa,” cetusnya.

Sementara itu, Bupati Halsel Bahrain Kasuba ketika membuka kegiatan sosialisasi ini mengatakan, meskipun kesibukan Dr Ario cukup padat namun karena sebagai putra daerah, sehingga terpanggil untuk memberikan pemahaman terkait dengan potensi gempa dan tsunami.

“Pemaparan Dr Ario ini menjadi ikhtiar pemerintah dan masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan, untuk itu perbanyak ibadah, bangun silaturahmi antar sesama, shalat 5 waktu dan sebagainya,” sebut Bahrain. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *