Selediki Dugaan Korupsi Jalan Sayoang-Yaba, Kejati Malut Periksa Sejumlah Saksi

  • Whatsapp
Kasi Penkum Kejasaan Tinggi Maluku Utara, Apris Risman Ligua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) terus menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi papda proyek pembangunan jalan Sayoang-Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2015, dengan memeriksa sejumlah saksi.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua mengatakan hingga kini penyidik masih menyelidiki proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 49,5 miliar ini, dengan memintai keterangan sejumlah saksi. Hal ini dilakukan guna mengungkap dugaan pelanggaran korupsi dan pelaku yang harus bertanggung jawab.

Muat Lebih

“Dari hasil penyelidikan ini jika cukup bukti, akan ada yang dijadikan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan Sayoang-Yaba ini,” kata Apris kepada KabarMalut, Kamis (15/8/2019).

Apris mengaku hingga kini penyidik belum bisa menyimpulkan nama-nama sabagai calon tersangka karena masih dalam penyelidikan. Nama calon tersangka diketahui jika dalam penyelidikan ditemuka adanya melawan hukum, kemudian ada kerugian keuangan negara.

“Setelah itu baru tim penyedik yang menentukan siapa-siapa yang akan jadi tersangka,” akunya.

Sekedar diketahui untuk proyek Sayoang-Yaba sendiri dianggarkan melalui Anggar Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Malut tahun 2015 senilai Rp 49,5 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Bangun Utama Mandiri Nusa sesuai dengan surat perjanjian kerja (SPK) nomor: 600.62/SP/DPU-MU/APBD/BM/FSK.06/2015 tanggal 19 Juni 2015. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *