Polda Malut Dinilai Lambat Proses Kasus Pembunuhan Kiki Kumala

  • Whatsapp
Aliansi Kiki Kumala saat menggelar aksi di dpan kantor Polda Maluku Utara (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE -Proses penanganan kasus pembunuhan terhadap korban Gamaria Wahab Ibrahi alias Kiki Kumala, dengan tersangka Ronal yang ditangani penyidik Direktorat Reserses dan Kriminal Umum (Dit-Reskrimum) Polda Maluku Utara (Malut), dinilai cukup lambat perkembanganya. Akibatnya, sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kiki Kumala, kembali terun ke jalan menggelar aksi.

Korlap Aksi, Maruf Majid mengatakan penanganan kasus Kiki Kuma cukup lambat, pihak Kepolisian seakan-akan hanya diam di tempat dan menunggu pihak dari luar untuk datang memberikan laporan. Terbukti, sejumlah bukti berkaitan dalam kasus ini, ditemukan oleh warga dan serahkan ke Polisi, bahkan Polisi hanya olah TKP dan meminta keterangan lalu sudah merasa cukup.

Muat Lebih

“Saat ini Polisi hanya mendengarkan keterangan si pelaku, mestinya Kepolisian juga harus mendengarkan keterangan saksi yang sudah susah payah dihadirkan oleh pihak keluarga. Kalau seperti ini maka masyarakat akan sudah tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap instansi kepolisian dalam menangani perkara hukum,” ungkap Maruf dalam orasinya di depan Polda Malut, Senin (19/8/2019).

Di depan kantor Kejati Maluku Utara massa mendesak hukum mati Ronal (Foto: Yasim/KabarMalut)

Maruf mencontohkan penemuan koper yang berisikan pakaian milik korban Kiki, bukan dicari oleh Polisi, namun warga yang menemukan dan menyerahkan ke Polisi. Padahal sejumlah bukti yang dibutuhkan, seharusnya Polisi turun ke lapangan untuk menggali lebih detail guna menjerat tersangka.

“Koper pakaian almarhum Kiki Kumala oleh ditemukan masyarakat dan diamankan oleh pihak Kepolisian di Halteng, pihak saksi pun dihadirkan oleh pihak keluarga, lalu apa tugas Kepolisian,” kata Maruf dengan nada tanya.

Bahkan perkembangan penanganan kasus, lanjut Marif, sampai saat ini pihak keluarga pun kurang mengetahui informasi perkembangannya. Belum lagi terkait hasil otopsi juga sampai saat ini belum diketahui.

“Ada apa dengan pihak Kepolisian,” tegasnya.

Massa meminta Polisi lebih serius dan terbuka terhadap penanganan kasus pembunuhan Kiki Kumala yang dilakukan oleh Ronal, jangan terkesan diam serta jangan pernah lelah mencari dan mengumpulkan bukti-bukti.

Selain di Polda Malut, massa aksi juga menyampaikan tuntutan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menanganan perkara Kiki Kumala agar menuntut tersangka Ronal dengan hukuman berat atau hukum mati. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *