Diduga Terlibat Penyalahgunaan ADD dan DD, DPRD Desak Bupati Halut Nonaktifkan Kepala DPMD

  • Whatsapp
Anggota DPRD Halmahera Utara, Josias Me (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Halmahera Utara (Halut), mendesak Bupati Halut Frans Manery menonaktifkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Nyoter Koenoe, dari jabatannya. Nyoter diduga turut terlibat bersama Kepala Desa (Kades) terkait dengan kasus penyalahgunaan Alokasi Danan Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), yang rata-rata bermasalah di setiap desa di Halut.

“Dari 196 Kades di Halut, hampir sebagian besar Kades terlibat pada kasus penyalahgunaan ADD dan DD, ini karena Kepala DPMD Nyoter Koenoe juga diduga terlibat turun bermain bersama Kades,” kata anggota DPRD Halut Josias Me kepada KabarMalut, Selasa (20/8/2019).

Muat Lebih

Josias, mengaku pihaknya selaku anggota DPRD, merasa kecewa karena uang dengan ratusan juta untuk pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kades lewat Bimtek. Namun setelah balik dari Bimtek malah banyak Kades terlibat pada kasus penyalahgunaan ADD dan DD.

“Pemerintah desa gagal, itu karena kesalahan Kepala DPMD juga, karena ada indikasi Kepala DPMD diduga juga turut terlibat, sehingga dari 100 persen ada sekitar 60 persen Kades  terlibat pada kasus penyalahgunaan ADD dan DD. Oleh sebab itu saya meminta Bupati menonaktifkan kepala DPMD dari jabatannya,” tutupnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Saya Sangat setuju dengan apa yg di resahkan oleh Bpk Josias, Saya salut, Tapi Bpk harus Bongkar yg sebenarnya, karena , jangan jangan, Ada yang Masuk Angin, Banyak kasus yg tdk terselesaikan oleh Polres Halut, dan Kejari Halut, Ada Apa Gerangan ?