Tak Kunjung Wisuda, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Ternate Gelar Aksi

  • Whatsapp
Mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar aksi unjuk rasa (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Sejumlah mahasiswa Pascasarjana pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, yang kuliah sejak tahun 2016 silam, hingga kini tak kunjung diwisudakan pihak kampus. Akibatnya, mereka menggelar aksi protes saat acara wisuda mahasiswa strata satu berlangsung di gedung Duafa Center Ternate, Selasa (20/8/2019).

Massa aksi mendesak penegak hukum segera menangkap dan penjarakan Rektor, Warek I, Direktur Pasca dan LPM IAIN Ternate, karena telah melakukan penipuan  pada pendidikan.

Muat Lebih

Korlap Aksi, Adam Basirun mengatakan semenjak dibukanya Pascasarjana khususnya Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Prodi Ekonomi Syariah (PES) sejak 2016 silam, hingga kini para mahasiswa tidak bisa diwisudakan karena Prodi tersebut belum terakreditas.

“Ada dua program studi ini sudah dibuka pada tahun 2016 sampai sekarang tidak ada realisasi dengan baik (wisuda) karena kami tahu pada awalnya dua program studi ini sudah terakreditas tetapi nyatanya belum terakreditas, tentu ini merupakan penipuan secara masal terhadap kami mahasiswa Pascasarjana yang sudah menjadi korban hari ini,” ungkap Adam dalam orasinya yang berlangsung di depan Masjid Raya Al Munawwar Ternate.

Adam mengaku mahasiswa Pascasarjana angkatan pertama sebanyak 23 orang seharusnya sudah wisuda pada tahun 2017. Namun hingga memasuki pada angkatan kedua dengan jumlah mahasiswa yang sama itu pun belum juga dilakukan wisuda.

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Ternate gagal total tidak bisah melakukan wisuda pada kesempatan hari ini. Sebagai pimpinan kampus IAIN Ternate beserta LP2M IAIN Ternate dianggap gagal untuk mengawal dua program studi ini untuk diajukan ke akreditasi,” cetusnya.

Para mahasiswa Pascasarjana pun merasa dirugukan karena sudah banyak peluang yang dilewati salah satunya orang tua yang menanti anaknya wisuda tetapi nyatanya hari ini belum dilakukan wisuda. Massa aksi mahasiswa Pascasarjana IAIN Ternate tidak mau dirugikan untuk kedua kalinya maka meminta Rektor IAIN Ternate harus bertanggung jawab sepenuhnya .

“Tuntutan kami kepada rektor, ganti rugi biaya kuliah mahasiswa pascasarjana masing-masing sebesar Rp 1 miliar, tutup Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Hes) Pascasarjana IAIN Ternate,” tegasnya.

Para mahasiswa mengancam akan menempuh jalur hukum jika peroalan ini terus berlarut-larut. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *