Bidan Desa Keluhkan Minimnya Perhatian Pemdes Meranti Jaya pada Posyandu

  • Bagikan
Bidan Desa Meranti Jaya,  Yusti Vivi Januari (Foto: Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Bidan Desa Meranti Jaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) setempat terhadap kesehatan balita dan ibu hamil melalui Posyandu yang dilakukan oleh Bidan Desa.

“Jadi mulai dari tahun 2016 itu kan Posyandu ini sudah dialihkan tanggung jawab dari Puskesmas ke Pemerintah Desa terkait dengan pembiayaannya, sementara Puskesmas cuman tanggung jawab tenaga medis dan vaksinnya saja, tapi sampai saat ini mulai dari tahun 2017 itu Pemerintah Desa terkesan tidak punya perhatian sekali dengan Posyandu ini padahal sangat penting,” keluh Bidan Desa Meranti Jaya,  Yusti Vivi Januari kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Vivi mengaku Posyandu yang dilakukannya ini dibiayai sendiri, sehingga kadang terkendala pada anggaran. Sebab setiap kali pelaksanaan Posyandu, memerlukan anggaran untuk menambah makananan dan minuman tambahan balita dan ibu hamil.

“Jadi kegiatan posyandu ini kami lakukan satu bulan sekali setiap tanggal 6, dan kami juga yang tanggung biayanya sendiri, kita ke Puskesmas ambil obat juga pakai dana pribadi, kadang juga obatnya itu pakai obat pribadi. Untuk itu kami butuh anggaran itu agar kami beli dengan makan dan minuman tambahan seperti kacang ijo dan susu biar balita dan ibu mereka rajin ikut Posyandu, kerana kalau tidak ada itu kadang mereka malas untuk ikut Posyandu,” ungkapnya.

Vivi berharap pada Pemdes Meranti Jaya agar dapat memperhatikan kegiatan Posyandu di Desa Meranti Jaya, sebab ini juga sangat penting, demi generasi Desa Meranti Jaya kedepannya.

“Bagaimana anak-anak mau pintar kalau tidak sehat, makanya pencegahan dini itu penting,” tegasnya.

Ia juga berharap agar gaji Kader Posyandu pun dapat dinaikan sebesar Rp 150.000 per bulan dan dibayar dua kali dalam setahun. Selain itu, Pemdes juga baru menyiapkan fasilitas terkait kebutuhan Posyandu lainnya.

“Saya juga minta agar gaji kader kalau boleh ditambah menjadi Rp 150.000 per bulan dan juga Pemerintah Desa menyiapkan kebutuhan posyandu juga,” pintanya.

Terpisah Kades Meranti Jaya, Sukirman Yusuf saat dikonfirmasi mengaku bukannya Pemdes tidak memperhatikan Posyandu di desanya, akan tetapi persoalannya anggaran untuk kegiatan Posyandu belum dialokasikan. Kedepan akan diusulkan dan untuk saat ini ia akan bijaki kebutuhan Posyandu sebisanya.

“Jadi bukan saya tidak peduli dengan kegiatan Posyandu di desa, tapi persoalannya anggaran untuk kegiatan itu tidak ada, tapi kalau datang ke saya dan cara baik-baik pasti saya akan bijaki semua kebutuhan itu, asalkan komunikasi baik-baik, dan saya akan konsultasi dengan dinas agar tahun depan saya akan usulkan anggaran ini,” singkat Sukirman. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut