Warga Rua Ditemukan Tewas di Pantai

  • Whatsapp
Mayat yang ditemukan di Pantai Kelurahan Rua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Warga RT 08 RW 04 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, sekira pukul 13:30 WIT digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang terkapar di pantai dengan keadaan tengkurap. Mayat tersebut diketahui bernama Wahid Talib (43) yang merupakan warga Rua dan bekerja sebagai PNS pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ternate.

Kapolsek Ternate Pulau IPTU Mardiyono mengatakan mayat pertama kali ditemukan sejumlah anak-anak ketika sedang bermain di pesisir pantai. Selanjutnya disampaikan kepada salah satu warga bernama Yani dan warga Rua lainnya.

Muat Lebih

“Saksi (Yani) sedang berada di rumah tiba- tiba datang anak-anak kecil dan mengatakan kepada saksi bahwa mereka menemukan mayat yang terdampar di bibir pantai dengan keadaan tengkurap, dengan kepala mengarah ke arah Selatan,” Madiyono kepada wartawan, Rabu (21/8/2019).

Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pulau Ternate, anggota yang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung olah TKP. Korban kemudian langsung dievakuasi ke rumahnya, karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi.

Menurutnya, sebelum korban ditemukan, saksi Yani sempat bertemu dengan korban saat membuang air bekas cuci piring di belakang rumah, tiba-tiba melihat korban di belakang rumah tepatnya di atas bebatuan sedang merangkak ke atas. Saksi (Yani) sempat menanyakan korban hendak kemana.

“Korban mengaku mau pergi ke kebawah (arah selatan) sambil berlari ke arah selatan di pesisir pantai,” tuturnya.

Sementara orang tua korban, Sanungki Amuid mengaku saat hendak keluar rumah korban memegang pisau, namun dicegah dan pisaunya diambil oleh Sanungki. Korban kemudian langsung keluar dari rumah dengan berjalan kaki menuju ke arah selatan.

“Mereka melihat korban tersebut lewat di samping rumah, kemudian sempat menanyakan ke korban pergi ke mana,  korban menjawab mau pergi kedara (arah kebun) sehingga saksi berpikiran bahwa korban mungkin ke kebun. 5 menit kemudian korban balik dan ada kendaraan yang lewat kemudian korban memanggil pengendara motor untuk mengantar ke rumah,” tuturnya.

Korban sendiri diduga mempunyai riwayat penyakit gangguan kejiwaan, sehingga ketika penyakitnya kambu langsung marah-marah. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *