Bangunan Publik Tak Miliki Lahan Parkir, 10 Tahun Kedepan Ternate Diprediksi Alami Kemacetan

  • Whatsapp
Anggota Komisi l DPRD Kota Ternate, Junaidi Bahrudin (Foto: Amri/KabarMalut)

TERNATE -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate memprediksi, 10 tahuan akan datang Kota Ternate akan mengalami kemacetan lalu lintas yang cukup parah dibandingkan sekarang. Pasalnya, banyak bangunan publik diketahui tidak memiliki ketersediaan lahan parkiran.

“Kota Ternate 10 tahun kedepan akan mengalami kemacetan yang parah. Hal ini karena seluruh bangunan yang berada di Kota Ternate seperti Ruko, Apotik dan bangunan lainnya tidak memperhatikan penyediaan lahan parkir,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate, Junaidi Bahrudin kepada KabarMalut, Rabu (21/8/2019)

Muat Lebih

Menurut Junaidi, seharusnya sebelum pembangunan dilaksanakan, Pemerintah Kota memperhatikan syarat dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) suatu bangunan tersebut. Sehinga bisa mengendalikan upaya pencegahan kemacetan lalu lintas.

“Harusnya sebelum IMB dikeluarkan, ada tahapan yaitu Andalalin setiap pengusaha yang melakukan pembuatan bangunan dia sudah harus memenuhi persyaratan itu. Sehingga bisa kendalikan oleh pemerintah,” terangnya.

Bangunan publik di Kota Ternate dinilai  tidak  responsif atas parkiran, DPRD sendiri telah menyampaikan ke Dinas Perhubungan agar segerah mengirimkan  tenaga untuk mengikuti sertifikasi tenaga Andalalin. Sehingga jika memiliki  kualifikasi dan kapasitas, maka bisa menilai sebuah dokumen Andalalin.

“Sehingga bangunan berdiri seharusnya ada studi tentang Andalalin,” ujarnya.

Untuk bangunan yang sudah berdiri tetapi belum memiliki kesediaan parkiran. Pemerintah Kota harus memberikan kompensansi waktu ke pemilik bangunan untuk menyediakan lahan parkiran.

“Saya contohkan seperti Rumah Sakit yang berada di Kelurahan Mangga Dua dia tidak ada lahan parkir, tetapi dia langsung konpensasi dan beli lahan untuk ketersediaan parkiran, nah itu merupakan salah satu contoh konpensasi yang harus diatur oleh pemerintah karena kita di sini kotanya kecil,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *