Baru Dibangun, Pekerjaan Gorong-Gorong di Lede Rusak Parah

  • Bagikan
Gorong-gorong di Desa Lede yang baru dikerjakan namun sudah rusak parah (Foto: Hamsan/KabarMalut)

BOBONG -Pekerjaan pyoyek gorong-gorong di Desa Lede Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu, masih terhitung bulan. Namun belum lama difungsikan, gorong-gorong tersubut telah mengalamai kerusakan yang cukup parah.

Amatan KabarMalut, proyek yang dikerjakan oleh CV Sembilan Belas dengan mengunakan anggaran APBD tahun 2019 senilai Rp 149.835.000 ini. Telah rusak para, dimana penutup gorong-gorong telah menimbulkan lubang besar yang menganga ke langit.

Bahkan sebagian besi yang telah dicor pun terpisah dengan campuran semen yang digunakan. Akibatnya mobil tidak bisa melewati gorong-gorong yang baru usai dikerjakan beberapa bulan silam itu.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Taliabu, Muhammad Ata Sahafi saat dikonfirmasi mengaku Senin (26/8) besok bersama tim akan turun melakukan pengecekan terhadap pekerjaan tersebut. Jika ditemukan pekerjaan tidak sesuai dengan bestek atau kontrak, maka perusahan yang mengerjakan proyek gorong-gorong itu bakal dikenakan sanksi berupa blacklist.

“Jadi nanti kami akan turun lakukan pengecekan pekerjaan itu, apakah pekerjaan sudah sesuai dengan bestek kontrak atau belum,” kata Ata kepada KabarMalut, Minggu (25/8/2019).

Pengecekan dilakukan pada material yang digunakan kontraktor sesuai atau tidak. Karena rusaknya satu pekerjaan terdapat beberapa faktor, baik itu persoalan penggunakan bestek atau kah memang ada sesuatu yang di luar dari dugaan.

“Contoh seperti pekerjaan yang baru selesai beberapa bulan yang masih dalam tahap pemeliharaan, terus kendaraan berat lewat, ya pasti saja rusak untuk. Itu kami akan turun dan mau pastikan kerusakan pekerjaan itu,” jelasnya.

Namun jika ditemukan rusaknya pekerjaaan tersebut diakibatkan pekerjaan tidak sesuai dengan bestek, maka sudah tentu kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab penuh.

“Kami juga akan pangil konsultan yang mengawasi pekerjaan itu dan apa bila kerusakan ini karena pekerjaan tidak sesuai dengan bestek maka kami akan berikan sanksi blacklist perusahaan, begitu juga pengawas,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut