Polda Malut Amankan 69 Kubit Kayu Olahan Ilegal di Halsel

  • Bagikan
69 kubik kayu olahan jenis Merbau saat diamankan dari kapal barebo KM Cahaya Ilahi (Foto: Istimewa)

TERNATE – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit-Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) berhasil mengamankan sebanyak 69 kubik kayu olahan ilegal jenis merbau (kayu besi) di perairan Babang Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Wakil Direktur (Wadir) Reskrimsus Polda Malut, AKBP Dedy Kurnia Tri mengatakan kayu olahan ilegal tersebut awalnya diamankan jajaran Polairud Polda Malut. Selanjutnya diserahkan ke Subdit 4 Dit-Reskrimsus untuk dilanjutkan ke penyelidikan.

“Kemarin baru selesai penghitungan barang bukti di Halsel, ada beberapa proses administrasi kayu-kayu ilegal, setelah itu baru ditindak lanjuti,” kata Dedy kepada KabarMalut, Jumat (30/8/2019).

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, AKBP Dedy Kurnia Tri (Foto: Yasim/KabarMalut)

Kayu yang hendak dikirim ke Kota Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, diamankan di sebuah kapal barebo yakni KM Cahaya Ilahi karena tidak bisa menunjukan kelengkapan dokumen. Bahkan Anak Buah Kapal (ABK) KM Cahaya Ilahi telah diperiksa sabagai saksi dan nahkodanya kini sudah diamankan.

“Kami amankna salah satu nahkoda dengan inisial S alias AN,” jelasnya.

Polisi menghimbau kepada masyarakat menjaga lingkungan karena sebagian besar wilayah Malut adalah hutan, kemudian ada aturan dan batasan masyarakat bisa mengambil hutan tersebut.

“Masyarakat Maluku Utara tidak ada lagi melakukan pembelakan liar di hutan-hutan yang memang hutan tersebut sudah dilindungi,” tandasnya.

Barang bukti 69 kubik kayu olahan sementara diamankan di Halsel untuk proses penyelidikan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut