Kejati Malut Hentikan Pengusutan Dana Pinjaman Halbar

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Apris Risman Ligua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), akhirnya mutuskan menghentikan pengusutan dugaan korupsi dana pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Jailolo Senilai Rp 159,5 miliar tahun 2017.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua mengatakan hasil penyelidikan dana pinjaman Pemkab Halbar yang dilakukan tim penyelidik, disimpulkan belum adanya kerugian negara, meski dari segih proses perencanaan terlihat ada kelemahan seperti pencarian yang terburu-buru pada akhir tahun.

“Dana pinjaman daerah senilai Rp 159,5 miliar itu telah dicairkan dan masuk ke rekening kas umum daerah, pada bendahara umum daerah Kabupaten Halbar pada 4 Oktober 2017 dari Bank BPD Maluku-Malut Cabang Jailolo,” kata Apris kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Menurut Apris, dana pinjaman daerah masuk kerening Kasda tersebut digunakan untuk membiayai anggaran fisik 550 kegiatan pada APBD tahun anggaran 2017 berkenan lebih kurang sebesar Rp 95 miliar. Dari segi penggunaan dana pinjaman Halbar yang digunakan divisi anggaran tahun 2017, memang tidak sesuai dengan Propas namun demikian hal tersebut belum menunjukkan adanya indikasi kerugian daerah terkecuali terdapat pekerjaan fiktif maupun pembayaran dobel dalam satu kegiatan.

“Ternyata dalam kegiatan tersebut kami tidak menemukan adanya kegiatan fiktif, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan ke salah satu SKPD dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum ditemukan kegiatan yang fiktif atau pembayaran dobel anggaran,” katanya

Atas dasar belum ditemukan adanya indikasi kerugian tersebut, Kejati Malut langsung menghentikan proses penyelidikan dan telah disitujui Kepala Kejati Malut.

“Penghentian kasus tersebut melalui mekanisme ekspos atau gelar perkara,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut