Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Kiki Kumala Tuntut Hukum Mati Ronal

  • Whatsapp
Massa dari Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Kiki Kumala saat berunjuk rasa Tuntut Hukum Mati terhadap Ronal di depan kantor Polda Maluku Utara (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Ratusan massa aksi yang mengatas namakan Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Kiki Kumala berunjuk rasa di depan kantor Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), terkait kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban Gamaria Kumala alias Kiki (19) dengan tersangka Ronal.

Dengan menggunakan truk dan dilengkapi dengan sound system, massa aksi juga membawa spanduk yang bertulisan Eksekusi Mati Pembunuh dan Pemerkosaan Kiki Kumala.

Muat Lebih

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Marlita Puasa mengatakan dua bulan sudah waktu berlalu dan proses hukum terhadap kasus pembunuhan dan pemerkosaan Kiki Kumala dilakukan aparat penegak hukum, namun belum mengalami perkembangan yang berarti.

“Berkas tersebut dikembalikan (Kejaksaan ke Polda) karena belum memenuhi syarat dan ketentuan maksimal, padahal publik Malut yang mengikuti perjalanan kasus ini sangat paham, bahwa alat bukti yang dibutuhkan harus segera dilengkapi oleh penyidik Polda,” kata Marlita dalam orasinya di depan kantor Mapolda Maluku Utara, Senin (9/9/2019).

Marlita menambahkan, hasil Forensik yang hingga kini belum didapatkan pihak penyidik, terkesan sangat lambat, tertutup dan asal jadi dalam mengungkap kasus tersebut.  Olehnya itu, menyikapi perkembangan penanganan kasus ini, Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Kiki Kumala menyampaikan sikap meminta Polda agar menyegarkan pengungkan kasus ini dengan memenuhi semua fakta unsur yang berkaitan dengan upaya hukum mati bagi pelaku.

“Kami juga eminta penyidik Polda agar segera memenuhi berkas perkara seprofesional mungkin agar harapan publik hukuman mati bagi pelaku bisa terwujud, “tegasnya.

Selain menyampaikan tuntutan di Poldam, massa aksi juga berunjuk rasa di kantor Kejati Maluku Utara meminta Kejati serius menangani kasus pembunuhan dan pemerkosaan dengan tersangkan Ronal, agar dilakukan konsentrasi tuntutan hukum mati.

“Kami akan terus mengawal kasus pidana ini hingga pelaku diputus hukum mati oleh Pengadilan,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait