Sejumlah Perguruan Anggota Forki Malut Desak Copot Amin Drakel

  • Bagikan
Ketum Inkai Malut, Djufri Sutrisno (kiri) bersama salah satu pengurus pergutan anggota Forki Maluku Utara saat menggelar konferensi pers (Foto: Amri/KabarMalut)

TERNATE – Sejumlah pengurus perguruan anggota Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Provinsi Maluku Utara (Malut), mendesak Ketua Umum Pengurus Besar Forki mencopot Amin Drakel dari jabatan Forko Malut. Desakan tersebut disampaikan dalam surat mosi tidak percaya oleh Pengprov Inkai, Pengprov Amura, Pengprov Inkado dan Forki Kota Ternate.

Ketum Inkai Malut, Djufri Sutrisno mengatakan sebelumnya para pengrus perguruan anggota Forki telah melaksanakan pertemuan dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap Amin Drakel. Sebab Amin dinilai gagal dalam menjalankan Forki Malut.

“Pertemuan penyampaian pernyataan mosi tidak percaya tersebut turut hadir Sekertaris Inkado Ramli Adam, Ketua Umum INKAI Malut saya sendiri (Djufri Sutrisno) dan Sekum Wadokai Malut, M Riska Amal Tomagola,” kata Dufri kepada sejumlah wartawan, Minggu (8/9).

Menurut Djufri, dalam surat pernyataan mosi tidak percaya itu terdapat beberapa poin yang diajukan kepada Ketua Umum PB Forki Pusat yakni pertama, Ketua Forki Provinsi Maluku Utara saudara Amin Drakel selama ini tidak memberikan kontribusi positif dan nyata terhadap atlet-atlet perguruan yang ada. Amin Drakel juga sama sekali tidak melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) terhitung semenjak dilantiknya sebagai Ketua Umum Forki Malut periode 2016-2020.

“Amin Drakel tidak mampu memimpin Forki Provinsi Maluku Utara terbukti dari ketidak adanya program kerja Forki Maluku Utara dan pembinaan organisasi maupun prestasi, menjalankan roda organisasi tidak transparansi dari segi keperguruan Forki Malut maupun keuangan hingga sekarang Agustus 2019 kepada pengurus perguruan anggota Forki kabupaten/kota dan tidak mendapatkan tebusan surat tentang badan pengurus Forki Maluku Utara,” terangnya.

Adapun fakta lainnya tentang Forki Malut periode tahun 2016-2020 yang diketuai Amin Drakel itu, yakni tidak pernah memasukkan database atlet Forki Malut di KONI Malut hingga sekarang.

“Kepengurusan Forki Maluku Utara periode 2016-2020 yang diketuai oleh dokter Amin Drakel tidak berjalan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan dianggap fakum dengan adanya kegiatan keluar daerah maupun di dalam daerah” terang Djufri.

Djufri menambahkan, Amin Drakel juga tidak pernah mengikutsertakan atau memfasilitasi wasit-wasit Forki di Malut untuk di sertifikasi ke wasit nasional. Oleh karena itu, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Malut 2014 lalu terdapat beberapa atlet yang terdaftar untuk Prapon akan tetapi atlet-atlet tersebut tidak pernah diikutsertakan dalam kegiatan dimaksud.

“Harapan kami agar Ketua PB Forki dapat menindaklanjuti serta mencabut dan membatalkan SK kepengurusan Forki Maluku Utara saudara Amin Drakel sesuai dengan aturan yang berlaku dalam AD ART Forki,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut