Angka Perceraian di Morotai Selatan Menurun

  • Whatsapp
Kantor KUA Morotai Selatan (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Kantor Urusan Agama (KUA) mencatat angka perceraian di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Malulu Utara, pada tahun 2019 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala KUA Morotai Selatan, Jalil Naki mengaku perbandingan angka perceraian di tahun 2019 mulai turun dari sebelumnya 2018 tercatat 20 kasus perceraian. Namun untuk tahun 2019 kasus perceraian tercatat hanya 13 kasus yang sudah disidangkan di Pengadilan Agama Tobelo.

Muat Lebih

“Tercatata angka perceraian tahun 2019 hanya 13 kasus dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 20 kasus perceraian,” ungkap Jalil ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/9/2019).

Meski begitu, Jalil mengatakan data gugatan kasus perceraian mulai Februari hingga Agustus 2019 tercatat mencapai 38 kasus. Tetapi gugatan yang berlanjut hingga diputuskan Pengadilan Agama hanya 13 pasangan suami istri.

“Data yang sementara kami terima untuk kasus perceraian di tahun 2019 ini bulan Februari 16 pasang suami istri, yang sudah disidangkan Pengadilan Agama Tobelo 4 pasang suami istri dari 16 pendaftar. Sedangkan untuk bulan Agustus 22 pasang suami istri yang mendaftar sudah disidangkan 9 pasang suami istri,” tutur Jalil.

Terjadinya kasus perceraian suami istri di wilayahnya ini disebakan adanya kehadiran pihak ke tiga atau perselingkuhan dan faktor kebutuhan ekonomi. Rata-rata pasangan suami istri yang bercerai ini umur masih cukup muda yakni 18 tahun sampai 25 tahun.

“Persoalan percerain ini biasanya akibat dari orang ke tiga dan juga faktor kebutuhan dalam rumah tangga. Kami sudah melakukan mediasi untuk sebelum ke Pengadilan, namun apa boleh buat kalau mereka sudah tidak lagi saling suka dalam rumah tangga mereka,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *