DPRD Ternate Usulkan Tingkatkan Sanksi Penjara Bagi Pengedar Miras

  • Whatsapp
Ketua Bapemperda DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif (Foto: Amri/KabarMalut)

TERNATEBadan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Ternate bersama sejumlah instansi terkait, telah membahas revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2004 tentang Larangan Pemasukan dan Peredaran Minuman Beralkohol di Kota Ternate, yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Ternate.

Dalam pembahasan revisi Perda tersebut, Bapemperda DPRD dengan pihak-pihak terkait menyepakati sanksi bagi pelanggar dalam Perda tersebut harus ditingkatkan sehingga ada efek jera bagi pengedar/penjual barang haram itu.

Muat Lebih

Ketua Bapemperda DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif menyatkan, rapat harmonisasi revisi Perda Miras yang diselenggarakan hari ini, disepakati sanksi pidana dan denda harus dinaikan secara maksimalkan dari sebelumnya.

“Sanksi pidana dalam Perda tersebut naik menjadi 6 bulan, sebelumnya 3 bulan, sementara denda sebelumnya Rp 10 juta, diusulkan naik menjadi Rp 25 juta sampai Rp50 juta,” kata Nurlaela kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Selain itu, dalam forum tersebut juga diusulkan adanya pembatasan waktu untuk mengkonsumsi minuman di hari-hari tertentu yang sudah ditentukan.

“Masih ada beberapa norma yang masih berdebat, namun dalam proses ini belum selesai. Oleh karena itu kami akan mengadakan harmonisasi kedua, tingkat pembulatan dan sampai ke tingkat konsepsi lalu diusulkan ke Paripurna,” ujarnya.

Nurlaela menambahkan, selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan Satpol PP sebagai instansi teknis jangan sampai dengan adanya Perda ini menambah kerja serta beban mereka.

“Masih ada beberapa tahapan lagi yang akan dilaksanakan,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait