Operasi Patuh 2019, Polres Haltim Jaring 719 Pelanggar

  • Whatsapp
Barang bukti kendaraan hasil Operasi Patuh 2019 yang diamankan Sat-Lantas Polres Halmahera Timur (Foto: Istimewa)

MABA – Operasi Patuh Kieraha 2019 yang dilaksanakan  Satuan Lalulitas  (Sat-Lantas) Polres Halmahera Timur (Haltim) yang dimulai sejak  tanggal 29 Agustus sampai 11 September 2019, berhasil menjaring sebanyak 719 pelanggar baik roda dua maupun roda empat.

Kasat Lantas Polres Haltim, IPTU Setiaji Nor Atmojo mengatakan dari 719 pelanggar tersebut didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm SNI yang didominasi di wilayah Wasile Selatan, disusul Kota Maba dan Maba Selatan, serta pelanggaran paling sedikit ditemukan di wilayah Kecamatan Maba dan Maba Tengah.

Muat Lebih

“Selain helm SNI juga ditemukan  banyak pengedara yang pajak kendaraannya sudah mati serta pengemudi roda empat yang tidak menggunakan  safety belt ditemukan di semua wilayah operasi,” ungkap Setiaji kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Dari jumlah pelanggar tersebut, Barang Bukti (BB) yang diamankan berupa kendaraan sebanyak 343 unit, surat STNK dan SIM sebanyak 376. Namun sebagian besar BB, telah diambil pemiliknya setelah pelanggar membayar denda tilang secara elektronik di bank BRI.

“Untuk itu kami berharap kepada para pelanggar yang belum mengambil barang jaminannya agar segerah  ke Sat Lantas Polres Haltim sebelum tanggal 24 September 2019, mengingat tanggal 27 September akan dilaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Soasio Tidore, dan barang jaminan atau barang bukti akan kami bawa serta sehingga pemilik harus mengambilnya di Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan di Soasio,” terang Setiaji.

Meski Operasi Patuh telah selesai dilaksanakan, Setiaji berharap agar para pengguna jalan tetap mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama.

“Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” pungkasnya singkat. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *