Kantor Bea Cukai Ternate Musnahkan 497.120 Batang Rokok Ilegal

  • Whatsapp
Kepala Kanwil DJBC Maluku dan Maluku Utara, Finari Manan didampingi Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto, Danrem 152 Babullah Kolonel Inf Endro Satoto, Danlanal Ternate Kolonel Laut (P) Whisnu Khusardianto, Kepala Kejati Malut Judhy Sutoto, Kepala Karantina Pertanian Kota Ternate Idabagus Harri Soma Wijaya ketika memusnahkan ribuan batang rokok ilegal, barang hasil penindakan KPPBC TMP C Kota Ternate (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), memusnahkan 497.120 batang rokok ilegal, barang hasil penindakan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut), Finari Manan mengaku ribuan batang rokok ilegal tersebut dimusnakan karena melanggar aturan.

Muat Lebih

“Barang-barang tersebut telah ditetapkan sebagai barang yang tidak Menjadi Milik Negara (BMN) dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan Ditjen Kekayaan Negara dan KPKNL Ternate untuk dimusnahkan,” kata Finari kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Barang ilegal yang dimusnahkan di areal KPPBC TMP C Kota Ternate tersebut, terdiri dari 24.856 bungkus hasil tembakau jenis sigaret kretek mesin (SKM) atau setara dengan 497.120 batang rokok (24.856 x 20 batang), 17 botol Liquid Vape dan 7 bungkus tembakau iris (TIS). Perkiraan nilai barang ilegal tersebut sebesar Rp 248.610.000 dengan potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp 184.430.400.

“Dari keberhasilan pelaksanaan tugas ini merupakan buah dari sinergi yang terjalin antara Bea Cukai Ternate dengan aparat penegak hukum di Provinsi Maluku Utara. Oleh karena itu, selaku Kepala Kanwil DJBC Maluku dan Maluku Utara saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini, khususnya kepada Korem 152 Babullah dan Pangkalan TNI-AL (Lanal) Ternate,” akunya.

Pemusnahan ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak menjual rokok ilegal kepada masyarakat yang lebih luas di Maluku Utara. Bea dan Cukai telah memiliki alat yang bisa mendeteksi pita cukai palsu atau tidak.

“Di wilayah Maluku dan Maluku Utara ini kan tidak ada pabrik rokok, cuma agen. Maka rokok-roko ini terindikasi dari luar untuk itu bagi masyarakat harus berhati-hati membeli rokok dan lebih teliti lagi dari pita rokoknya palsu atau tidak,” pungkasnya.

Perlu diketahui, turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto, Danrem 152 Babullah Kolonel Inf Endro Satoto, Danlanal Ternate Kolonel Laut (P) Whisnu Khusardianto, Kepala Kejati Malut Judhy Sutoto, Kepala Karantina Pertanian Kota Ternate Idabagus Harri Soma Wijaya beserta tamu undangan lainya. (Ajo)

Pos terkait