Kejari Weda Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan Lingkar Telaga Nusliko

  • Whatsapp
Kantor Kejari Weda (Foto: Istimewa)

TERNATE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mulai melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi anggaran proyek pembangunan jalan lingkar Telaga Nusliko Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2018 senilai Rp 6,2 miliar yang dikerjakan oleh PT Ley Indo Land.

Kasi Intel Kejari Weda, Lulu Marluki mengaku pihaknya telah melaksanakan penyelidikan dugaan korupsi tersebut selama dua bulan terakhir oleh tim penyidik. Kini Kejari telah menggelar ekpose dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku Utara (Malut) terkait perhitungan dugaan kerugian negara.

Muat Lebih

“Jadi ekspose kita bersama BPKP ini untuk perhitungan kerugian negara kasus Jalan lingkar Telaga Nuslikko, untuk hasilnya nanti setelah dihitung BPKP,” kata Lulu usai melaksanakan ekspose bersama, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya dari proses penyelidikan sudah 15 orang telah dimintai keterangan terkait proses dan tahapan proyek tersebut dilaksanakan.

“Yang sudah kita minta keterangan diantaranya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pokja, Pihak ULP dan juga rekanan yang mengerjakan proyek tersebut,” jelas Lulu.

Diakuinya, dalam penyelidikan telah menemukan adanya Perbuatan Melawan Hukum (PMH) pada saat proses pelelangan proyek tersebut, karena terdapat pengaturan pemenang dan sudah diatur oleh pihak Pokja dan ULP untuk memenangkan perusahan yang sudah ditunjuk langsung.

“Unsur PMH sudah kita temukan saat tender, mereka sudah ngatur semua siapa pemenangnya itu kan tidak boleh, masa dari 12 perusahan yang ikut tender dokumen penawaran  semua dibuat oleh satu orang dan dia juga yang jadi pemenangnya,” ungkapnya.

Penyidik juga telah melayangkan dua kali surat panggilan terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR), untuk dimintai keterangan. Namun belum dapat memenuhi panggilan penyidik dan meminta untuk menunda jadwal pemeriksaannya.

“Kalau untuk kadisnya juga sudah kita panggil dan sudah dua kali meminta agar ditunda pemeriksaan, nanti kita buat panggilan lagi,” tutupnya. (Ajo)

Pos terkait