Terlibat Narkoba, Polres Halut Amankan Oknum Calon Kades Gosoma

  • Whatsapp
Oknum Balon Kades Gosoma, Suhardi Larahu yang diamankan bersama barang bukti narkoba jenis sabu (Foto: Istimewa)

TOBELO -Seorang oknum calon  Kepala Desa (Kades) Gosoma Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara, sekira pukul 18:00 WIT Senin (9/9) diamakan Polisi karena diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Kasat Reskrim Polres Halut, AKP Rusli Mangoda mengatakan, kronologi penangkapan oknum calon Kades Gosoma, bernama Suhardi Larahu alias To ini, bermula Tim Opsnal menerima informasi masyarakat ada warga masyarakat yang diduga menyimpan atau memiliki atau bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu. Anggota Opsnal Sat-Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan pelacakan untuk mencari tahu keberadaan orang tersebut.

Muat Lebih

“Sekitar pukul 18:00 WIT, kami menemukan orang tersebut (Suhardi Larahu alias To) yang mengendarai sepeda motor di depan SPBU yang berkedudukan di Desa Wari Kec Tobelo. Dan pada saat itu kami langsung melakukan penggeledahan badan terhadap orang tersebut,” kata Rusli kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Upaya anggota Polisi membuahkan hasil, setelah melakukan penggeledahan ditemukan satu buah sachet plastik yang diduga berisikan narkoba jenis sabu yang disimpan kantong celana sebelah kiri.

“Kami  menemukan 1 sachet plastik bening berukuran kecil yang diselipkan di kemasan botol air mineral yang diduga narkoba jenis sabu-sabu, yang sementara disimpan di kantong celana sebelah kiri,” jelasnya.

Suhardi pun langsung diamankan dan digiring ke Polres Halut oleh Tim Opsnal Sat-Reskrim untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sebuah handphone  jenis VIVO dan  satu unit sepeda motor Aerox warna Kuning yang dikendarai Suhardi untuk dijadikan barang bukti.

“Untuk pelaku (Suhardi) sudah kami amankan di tahanan Polres Halut, dia dijerat Pasal 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun serta denda minimal  Rp 800 juta dan maksimal Rp 800 miliar,” tutupnya. (Ajo)

Pos terkait