Bangun Jalan Tembal-Papaloang, Kontraktor Buang Material Sampah di Sungai

  • Bagikan
Tumpukan sampah matrial sampah yang dibuang PT Bangun Utama Mandiri di tengah-tengah aliran sungai Ake Coro (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Pekerjaan pembangunan ruas jalan Desa Tembal-Papaloang oleh kontraktor PT Bangun Mandiri Utama rupanya  memicu pencemaran lingkungan. Pihak kantraktor telag membuang matrial sampah  berupa batang pohon kelapa dan sagu ke sungai Ake Coro yang terletak di antara desa Tembal dan Desa Kupul Kecamatan Bacan Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, saat membuka ruas jalan sepanjang 1.4 kilo meter itu.

Penuturan salah satu karyawan yang namanya diminta tidak dipublikasikan, tumpukan sampah pohon kelapa dan pohon sagu itu diperintahkan salah satu pengawas proyek dari PT Bangun Utama Mandiri yang bernama Basrun untuk dibuang di sungai yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari lokasi pekerjaan tersebut.

“Saya yang angkat pakai alat berat exca (excavator) kemudian truck yang bawa buang ke suangi atas perintah Basrun,” ungkap karywan tersebut kepada KabarMalut, Selasa (17/9/2019).

Matrial sampah sebanyak itu dibuang sejak Selasa (10/9) pekan lalu. Pada saat datangnya mobil dump truck membuang sampah tersebut sudah ditergur oleh warga sekitar. Namun, pihak PT Bangun Mandiri Utama tidak menggubris teguran warga dan terus membuang material sampah tersebut.

Kehadiran tumpukan sampah dengan tinggi kurang lebih 2 meter itu, membuat warga di sekitar sungai merasa terancam. Ancaman yang dikhawatirkan warga sekitar berupa meluapnya air jika datangnya hujan karena jarak rumah salah satu warga dengan sungai sekitar 30 meter, ditambah lagi kondisi bibir sungai yang dangkal.

“Saya sudah tegur tapi mereka buang terus. Kalau dibiarakan sampah ini maka saya takut datang hujan rumah saya dibawa banjir karena dekat sekali dengan sungai,” sebut Porwanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Selatan, Walid Syukur kerika dikonfirmasi mengkau belum mengetahui masalah ini. Oleh karena itu dirinya meminta waktu untuk turun langsung melihat tumpukan sampah dimaksud.

“Nanti saya cek ke lapangan dulu,” singkat Walid.

Lain hal yang dikatakan Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH), Iskandar Kamarullah, bawa terkait sampah matrial pekerjaan jalan dari PT Bangun Utama Mandiri itu dibawa tanggung jawab Bidang Kebersihan.

“Itu di Bidang Kebersihan. Itu Bidang Kebersihan punya hal itu karena itu sampah,” kata Iskandar.

Terkait hal ini, pihak PT Bangun Utama Mandiri melalui pengawasan jalan ruas Tembal-Papaloang Basrun dikonfirmasi ke nomor pribadinya 08124472xxxx namun tidak ada respon meski pesan singkat whatsapp sudah dibacan tapi tidak dibalas, begitu juga melalui sambungan telepon tidak direspon. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut