Mabuk, Dua Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan di Ternate

  • Bagikan
Salah satu korban laka lantas yang meninggal dunia (Foto: Istimewa)

TERNATE -Kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor terjadi sekira00:45 dini hari tadi,  di jalan raya Bastiong tepatnya di depan Bank BRI unit Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Akibat kecelakaan ini, dua pengendara sepeda motor Yamaha Mio berinisial SB (21) membonceng AS (18) tewas seketika usai tabrakan.

Kanit Laka Lantas Polres Ternate, IPDA Ikwan mengatakan kronologis kejadian bermula saat pengendara sepeda motor Suzuki Satria FU berwarna merah hitam dengan nomor polisi DG 4330 NA yang dikenderai SANN  (33) bergoncengan dengan HK (30) dari arah Utara menuju ke arah Selatan hendak untuk berbelok ke arah Barat. Namun dari arah belakan sepeda motor Yamaha Mio berwarna hitam nomor polisi DG 5928 KJ yang dikendarai SB bergoncengan dengan AS ini melaju dengan kecepatan tinggi hingga tidak bisa mengendalikan kecepatan motor, langsung menabrak SANN bersama HK.

“Dari situ korban SANN bersama HK tidak melihat tiba-tiba dari arah belakang korban SANN dan HK ini langsung melihat pengendara sepeda motor Yamaha Mio melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak bisa mengendalikan kecepatan motor langsung menabrak pengendara Satria FU sehingga keduanya jatuh dan terseret,” ungkap Ikwan kepada KabarMalut, Jumat (20/9/2019).

Pengedara sepeda motor Yamaha Mio, SB diduga telah mabuk akibat menkonsumsi minuman keras (Miras). SB melaju dengan kecepatan tinggi menabrak sepeda motor Satria FU dikendarai SANN bergoncengan dengan HK dari arah samping kerena hendak berbelok ke arah Barat.

“Akibat dari kecelakaan itu pengendara sepeda motor Mio (SB) terbentur ke trotoar langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara karena pecah kepala. Sementara wanita yang diboncenganya (AS) dilarikan ke RSUD untuk mendapat pertolongan tetapi tidak lama kemudian meninggal dunia di rumah sakit,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengendara sepeda motor Satria FU (SANN) hanya mengalami luka robek di tangan kanan dan kaki dan HK mengalami luka memar di pahanya.

Hasil pemeriksaan, korban SB yang meninggal dunia di TKP mengalami pecah kepala bagian depan dan tidak menggunakan helm serta tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), demikian juga AS yang tercatat sebagai pelajar ini juga mengalami pecah kepala karena tidak menggunakan helm.

Untuk pengendara sepeda motor Satria FU dikendarai SANN merupakan seorang mahasiswa SANN mengalami luka robek di tangan kanan dan kaki kanan luka lecet,  diketahui telah menggunakan helm dan tidak memiliki SIM. Namun HK yang mengalami luka memar di paha kanan ini tidak menggunakan helm.

“Kami mengimbau kepada pengendara roda dua jika mengenderai motor di jalan raya alangkah baiknya agar tidak mengkomsumsi minuman keras karena akan berakibat fatal, bahkan pengendarai motor agar tidak terlalu melebihi kecepatan,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut