Masyarakat Desa Akelamo Kao, Minta Pisah Dari Akelamo Cibok Untuk Ikut Pilkades

  • Bagikan
Suasana pertemuan perwakilan Masyarakat Akelamo dan Pemerintah Kecamatan Kao Teluk di kantor Camat Kao Teluk (Foto: Istimewa)

TOBELO – Sejumlah perwakilan masyarakat Desa Akelamao Kao, bertemu dengan Pemerintah Kecamatan Kao Teluk Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyampaikan aspirasi mereka untuk ikut dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkases) serentak yang akan berlangsung pada 30 September mendatang.

Perwakilan masyarakat  Desa Akelamo Kao (Kampung Tua) dan Pemerintah Kecamatan Kao Teluk, terkait dengan tuntutan pemisahan Desa Akelamo Kao dari Desa Akelamo Cibok agar dapat melakukan Pilkades secara terpisah.

Perwakilan masyarakat Akelamo Kao,  Muhammar Tarnate mengatakan kehadiran masyarakat untuk menindaklanjuti persoalan Pilkades yang akan menimbulkan kegaduhan masyarakat Akelamo Kao, sehingga meminta kepada Camat sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan persoalan tuntutan masyarakat terkait dengan rencana pemisahan diri dari Desa Akelamo Kao.

“Ini merupakan hak politik kami, oleh sebab itu kami meminta kepada pemerintah daerah untuk berhenti menciptakan kegaduhan di Akelamo,” kata Muhammar kepada KabarMalut, Rabu (25/9/2019).

Muhammar juga mengatakan jika Pilkades Akelamo Kao digabungkan dengan Akelamo Cibok, maka akan ada gejolak. Oleh sebab itu, kondisi saat ini pemerintah kecamatan harus lebih bijak menyelesaikan persoalan ini.

“Kami meminta agar pemerintah kecamatan segera menyelesaikan persoalan ini dan pisahkan kami dari Akelamo Cibok, jika ini tidak ditindaklanjuti maka kami akan melakukan pemboikotan akses jalan trans Sofifi-Tobelo dan kantor Camat sampai tuntutan kami diakomodir,” ancamannya.

Sementara itu, Camat Kao Teluk, Arismen Idris mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait Pilkades di Kecamatan Kao Teluk, terkait Pilkades dimana masyarakat Akelamo Kao tetap ikut memilih bersama-sama di Akelamo Cibok.

“Akan kami sampaikan tuntutan massa aksi kepada Bupati, karena kami juga sudah berkoordinasi dengan Panitia terkait digugurkannya salah satu Cakades, memang karena Cakades tersebut tidak memenuhi syarat administrasi,” tuturnya.

Camat Kao teluk juga mengatakan bahwa pihaknya pada besok hari, Kamis (26/9) akan ke Tobelo untuk membahas terkait dengan masalah tersebut.

“Rencana besok saya bersama dengan tiga orang perwakilan masyarakat Akelamo Kao akan berangkat ke Tobelo untuk membahas persoalan ini,” tuturnya.

Berikut tuntutan masyarakat Desa Akelamo Kao dalam pertemuan dengan Pemerintah Kecamatan Kao Teluk diantaranya:

a. Kami masyarakat Desa Akelamo Kao menuntut pembentukan panitia persiapan pemilihan BPD.

b. Kami masyarakat Desa Akelamo Kao meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Utara agar Desa Akelamo Kao Kampung Lama diikutsertakan pada Pilkades tahap II.

c. Kami masyarakat Desa Akelamo Kao Kampung Lama menolak adanya Pjs kepala desa yang dikirim dari Kecamatan ataupun Kabupaten.

d. Kami menolak dengan tegas bergabung dengan Desa Akelamo Cibok.

e. Kami meminta kepada DPRD Kabupaten Halmahera Utara agar dengan segera mengesahkan RANPERDA tentang Pemekaran Desa dalam wilayah 6 Desa Kao Teluk mengingat kondisi politik 6 Desa.

f. Mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara mengabulkan tuntutan kami untuk seluruhnya atau apabila Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara berpendapat lain maka kami akan mengambil langkah tegas dengan memisahkan diri dari pemerintah Kabupaten Halut. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut