Kinerja Polsek Taliabu Barat Dikeluhkan, Lessy: Kasus Ini Sudah Tahap Penyidikan

  • Bagikan
Kanit Reskrim Polsek Taliabu Barat, IPTU Lessy Manuaya (Foto: Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Penanganan kasus pembakaran kebun cengkeh milik La Rau di Desa Onemay, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu dengan tersangka Sarimudin alias La Ade, yang ditangani Polsek Taliabu Barat, pada 4 April 2019 lalu, terkesan jalan di tempat. Korban mengelukan kinerja Polsek Taliabu Barat karena penanganan kasus ini memakan waktu yang cukup lama dan tersangkanya dibiarkan berkeliaran bebas.

Korban pemilik kebun cengkeh, La Rau meminta penyidik Polsek Taliabu Barat untuk segera dapat menyelesaikan kasus pembakaran kebun cengkeh tersebut. Selain itu, ia juga memintah penyidik untuk segera menahan para pelaku pembakaran dengan tersangka atas nama Sarimudin alias La Ade warga Desa Nggele itu.

“Persoalan ini kan sebenarnya suda cukup lama mengedap di penyidik Polsek Taliabu Barat, sampai sakarang mereka belum selesaikan juga. Yang jadi pertanyaan saya kenapa kasus ini mereka belum bisa selesaikan?, sementara barang bukti dan saksi semua sudah lengkap,” kata La Rau kepada KabarMalut, belum lama ini.

La Rau menyesalkan sikap penyidik yang hingga kini tidak menahan pelaku pembakaran yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

“Polisi tidak tahan mereka (tersangka), kasih biar saja tersangka itu berkeliaran bebas di luar. Sebenarnya ada apa sampe seperti itu,” kesalnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Taliabu Barat, IPTU Lessy Manuaya mengaku penanganan kasus pembakaran kebun cengkeh milik La Rau kini sudah masuk tahap penyidikan, bahkan salah satu warga Nggele Sarimudin alias La Ade telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi kasus ini sudah pada tahap penyidikan dan berkas pemeriksaan perkara tahap satunya juga sudah rampung dan siap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sanana. Mungkin paling lambat Senin depan ini berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Sanana,” kata Lessy saat ditemui di halaman kantor Polsek Taliabu Barat.

Terkait tidak menahan tersangka pembakaran, Lessy mengatakan karena tersangka dianggap koperatif dalam setiap tahapan pemangilan pemeriksaan.

“Tersangka sangat koperatif pada setiap pemanggilan pemeriksaan, tersangka juga tidak menghilangkan barang bukti dan juga tidak melakukan tindakan pidana, sehingga dia tidak ditahan,” jelasnya.

Bila ada tindakan melawan hukum yang mengara pada tindakan pidana yang dilakukan oleh tersangka La Ade, maka penyidik akan mengambil langkah tegas dalam hal penahanan. Namun  sejauh ini belum ada tindakan-tindak tersebut dilakukan oleh tersangka.

“Sejauh ini belum ada tanda-tanda tindakan melawan hukun yang dilakukan oleh tersangka, tapi kalau dia lakukan maka kami akan mengambil langkah tegas untuk menahannya,” tuturnya.

Untuk itu ia berharap pada pihak korban agar tetap bersabar, karena Polisi tetap berkomitmen menyelesaikan setiap laporan masyarakat hingga mendapat kepastian hukum di pengadilan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut