Diduga Bersekongkol dengan PT Emerald, Kades Gulo Akui Telah Miliki Kesepakatan Awal

  • Bagikan
Kades Gulo, Andatje Mangeteke (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Kepala Desa (Kades) Gulo Kecamatan Kao Utara, Andatje Mangeteke diduga bersekongkol dengan perusahaan PT Emerald yang saat ini beroperasi di Desa Gulo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terkait dengan perekrutan tenaga kerja.

Kades Tonuo, Yustus Bitikal mengatakan dengan hasil kesepakatan antara perusahan PT Emerald dengan warga sekitar, setiap perekrutan tenaga kerja, harus mengantongi rekomendasi dari empat Kades yakni Kades Tonuo, Dowongimaiti, Warudu dan Kades Gulo. Namun faktanya, kesepakan yang berlangsung di Desa Daru tersebut, disampaikan PT Emerald dan tetap menerima tenaga kerja meski hanya direkomendasikan Kades Gulo tanpa melibatkan tiga Kades lainnya.

“Kalau memang pihak perusahaan tunduk pada hasil kesepakatan kita pada beberapa minggu yang lalu di Desa Daru, yang pastinya setiap tenaga kerja yang masuk ke PT Emerald, jika hanya tandatangan dari satu Kades semestinya pihak PT Emerald menolak. Namun yang terjadi pihak PT Emerald malah tidak taat pada kesepakatan, sehingga setiap tenaga kerja yang masuk ke PT Emerald meskipun tidak ada tandatangan dari tiga Kades pun diterima oleh perusahaan PT Emerald, ini tandanya pihak PT Emerald dan Kades Gulo telah bersekongkol,” tutur Yustus kepada KabarMalut, Senin (30/9/2019).

Yustus mengaku dugaan adanya persekongkolan antara PT Emerald dan Kade Gulo terbuktikan ketika perekrutan tenaga kerja yang diakomodir masuk, diduga didominasi keluarga dan kerabat Kades Gulo.

Terpisah Kades Gulo, Andatje Mangeteke saat dikonfirmasi mengaku sebelum adanya kesepakatan dengan tiga desa di luar Desa Gulo, pihaknya sudah memiliki kesepakatan awal dengan perusahaan PT Emerald.

“Sebelum masyarakat menyerahkan lahannya dijual ke pihak perusahaan PT Emerald, kami sudah punya kesempatan awal dengan pihak PT Emerald, bahwa untuk tenaga kerja yang masuk ke PT Emerald hanya masyarakat Gulo melalui tandatangan saya selaku Kades Gulo,” kata Andatje.

Bahkan masyarakat Desa Gulo, tetap bertahan pada kesepakatan awal dengan pihak perusahan biji besi ini. Sehingga mesti tidak miliki rekomendasi dari tiga Kades lain, pihak perusahan tetap mengakomudir tenaga kerja yang direkomendasi dari Desa Gulo.

“Kami tetap bertahan pada kesepakatan awal dengan perusahaan PT Emerald, karena untuk tiga desa tidak ada pada kesepakatan itu. Nanti setelah ini ada keputusan AMDAL baru mereka ngotot,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut