Merasa Dibohongi, Ratusan Masyarakat Kao Utara Demo PT Emerald

  • Bagikan
Mayarakat empat desa di Kao Utara ketika menggelar aksi unjuk rasa di PT Emerald (Foto: Istimewa)

TOBELO – Ratusan masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Peduli Kao Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Emerald tepatnya di Desa Gulo, Kecamatan Kao Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Ratusan massa aksi merasa dibohongi pihak PT Emerald terkait dengan perekrutan tenaga kerja yang telah disepakati sebelumnya. Dimana dalam setiap perekrutan, harus direkomendasikan oleh empat Kepala Desa di sekitar perusahan.

Massa meminta PT Emerald agar segera menempati seluruh kesepakatan antara masyarakat empat desa dengan PT Emerald. Selain itu, massa aksi juga meminta agar Kepala Desa Gulo Andatje Mangeteke segera membayar biaya hidup sebesar Rp 2.500.000 per bulan kepada pemilik lahan sebagaimana yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

“PT Emerald harus memperioritaskan masyarakat lokal melalui rekomendasi empat desa yakni, Desa Gulo, Tonuo, Warudu dan Dowongimaiti, sesuai kesepakatan bersama antara PT Emerald, masyarakat dan pemerintah,” kata Jekson Pormes selaku koordinator aksi saat berorasi di depan kantor PT Emerald, Selasa (1/10/2019).

Jekson  berharap agar pihak perusahaan agar dapat mengakomodir tuntutan masyarakat empat desa yang telah mereka sampaikan secara tertulis. Jekson juga, mengatakan selama ini Kades Gulo telah melakukan penipuan dengan menjanjikan kepada masyarakat pemilik lahan biaya hidup sebesar 2.500.000, jika bersedia menjual lahan kepada perusahaan, namun hingga saat ini tidak direalisasikan oleh Kades.

“Aksi ini sebagai bentuk menuntut hak masyarakat yang merasa telah dibohongi oleh perusahaan bahkan oleh Kades Gulo,” kata Jekson

Ratusan massa aksi juga medesak agar PT Emerald, keluarkan Kades Gulo Andatje Mangeteke, dari perusahaan agar dapat menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa Gulo. Selain Kades Gulo, massa aksi juga, meminta agar PT Emerald segera keluarkan karyawan yang berasal dari luar Kao Utara.

Terpisah, Camat Kao Utara Yonatan Dipong mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihaknya meminta agar diselesaikan dengan cara duduk bersama.

“Agar dapat solusi yang baik, kami minta agar sama-sama menuju ke Tobelo untuk duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten,” kata Yonatan

Sekedar diketahui, sekitar pukul 13.00 WIT, akhirnya dilaksanakan pertemuan antara perwakilan massa aksi dan pihak perusahaan. Adapun hasil kesepakatan dalam pertemuan itu diantaranya:

a. Perusahan akan menjalankan kesepakatan berdasarkan kesepakatan bersama.

b. Perusahan tidak diintervensi oleh Kades Gulo, Camat Kao akan memanggil Kades Gulo untuk klarifikasi.

c. Perusahan tidak pernah menjanjikan jaminan hidup berupa uang Rp 2.500.000 per bulan untuk masyarakat penjual lahan.

d. Perekrutan akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan Disnaker Halut dan perioritaskan penjual lahan.

e. Akan dilakukan pertemuan kembali dengan penjual lahan melibatkan pemerintah yang dihadiri HRD Menager dalam pertemuan.

h. Waktu pertemuan akan dikonformasikan oleh Camat. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut