Stok Oksigen RSUD Sanana Habis, Nyawa Pasien Melayang

  • Bagikan
Tabung oksigen milik RSUD Sanana yang tidak berisi hendak dikirim ke Surabaya untuk pengisian ulang (Foto: Ilham/KabarMalut)

SANANA – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dikeluhkan masyarakat. Sebab stok ketersediaan oksigen untuk pasien, telah habis dan mengakibatkan nyawa seorang pasien telah melayang (meninggal dunia) karena tak tertolong.

Salah satu keluarga pasien, Marji Fatgehipon mengaku ibu mereka bernama Hamimah Kaunar, meninggal dunia di RSUD Sanana karena pihak rumah sakit kehabisan stok oksigen. Almarhuma Hamimah dirawat selama tiga hari di ruang interna Kelas II, sejak 23-26 September, oleh dektor divonis menderita penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak nafas.

“Setelah mendapat informasi dari dokter soal penyakit ibu, kami sekeluarga langsung berkonsultasi dengan dokter untuk rujuk ke Ambon,” kata Marji kepada KabarMalut, Selasa (1/10/2019).

Selama dalam perawatan, Hamimah sangat bergantung dengan oksigen karena sesak napas. Bahkan saat pertama masuk ke RSUD, Hamimah masih dilayani dengan bantuan oksigen tabung, namun karena ada pasien baru, oksigen tabung yang dipakai dilepas untuk kebutuhan pasien lain.

“Sempat pakai oksigen tabung, tapi diganti karena kata petugas ada pasien yang gawat dan membutuhkan oksigen, akhirnya ibu diperbantukan dengan oksigen elektrik, hanya saja oksigen elektrik sangat tidak maksimal karena setiap 15 menit diistirahatkan, dan akan digunakan kembali setelah 15 menit kemudian,” tambah Marji.

Tak hanya itu, Marji juga menceritakan, saat ibunya kritis pada pukul 21:30 WIT, petugas mencari oksigen tabung untuk penanganan, namun stok ketersediaan telah ada. Bahkan petugas juga menghubungi bengkel-bekel untuk dapat bantuan oksigen namun hasilnya nihil, akhirnya nyawa ibundanya tidak tertolong.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Sanana yang memang  terlihat sangat bobrok,  bagaimana orang mau berobat, kalau orang akan takut alami hal yang  sama seperti keluarga kami, jadi pemerintah harus serius, jangan anggap enteng soal pelayanan di RSUD karena menyangkut nyawa orang,” tutup Marji.

Terpisah, Direktur RSUD Sanana, dr Ivan Sangadji saat dikonfirmasi menjelaskan, pasien atas nama ibu Hamimah Kaunar benar dirawat di RSUD.

“Pasien rencananya akan dirujuk, pasien kami dengan bantuan oksigen elektrik, dan oksigen itu sama saja,  hanya saja perlu diistirahatkan, namun oksigen tetap berjalan,” kata Ivan.

Ia juga menambahkan,  sebenarnya harus gunakan oksigen sentral hanya saja di RSUD Sanana belum ada, hanya oksigen tabung dan elektrik.

“Kalau sudah gangguan retraksi pernapasan itu bahkan kadang-kadang oksigen itu  sudah tidak mampu lagi dan bahkan orang harus intobasi (membuat jalan nafas menjadi longgar), karena sudah gagal nafas,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut