Calon di Daerah Lain, Bupati/Walikota atau Wakil Wajib Mundur

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Maluku Utara, Muksin Amrin saat menyampaikan materi sosialisasi (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Ketua Bawaslu Maluku Utara (Malut), Muksin Amrin menegaskan Bupati/Walikota atau wakil kepala daerah aktif, yang hendak mencalonkan diri di daerah lain, wajib harus mundur diri dari jabatan. Mekanisme pencalonan ini sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkda Gubernur, Walikota dan Bupati.

“Mekanisme calon, kalau kepala daerah yang sedang aktif mencalonkan diri di daerah lain, maka kewajibannya mudur diri dari Bupati atau walikota pada daerah dimaksud. Beda kalau dia calon di daerah sendiri maka kepala daerah tersebut hanya cuti,” kata Muksin pada saat menghadiri sosialisasi UU nomor 10 tahun 2016 yang digelar Bawaslu Halmahera Selatan (Halsel), Kamis (3/10/2019).

Muksin juga menyentil terkait kondisi di Kabupaten Halsel yang saat ini Wakil Bupati, Iswan Hasjim ikut mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Ternate pada Pilkda 2020 mendatang.

“Jadi saya kira teman-teman sudah tahu kondisi Halsel, ada salah satu wakil yang mau pindah alamat itu berarti konsukwensinya harus mundur,” sebut Muksin.

Lebih jauh Muksin menjelaskan, kepala adarah atau wakil yang mencalonkan diri di daerah lain dinyatakan mundur sejak yang bersangkutan mendaftar di KPU sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Sejak yang bersangkutan mendaftar di tanggal 16,17,18 19 Juni 2020 dan itu sudah harus diajukan surat pernyataan mundur diri. Dan bulan Juli itu sudah harus ada pernyataan resmi dari gubernur tentang pengunduran diri Wakil Bupati,” ujarnya.

Muksin menambahkan, setelah dinyatakan mundur diri dari bupati/walikota atau wakil, partai politik mengajukan kekosongan jabatan wakil bupati.

“Syaratnya adalah partai pengusung sebelumnya mengajukan lebih dari satu nama ke DPRD kemudian DPRD menggelar paripurna penetap wakil bupati,” cetus Muksin.

Terkait hal ini,  partai pengusung Bahrain Kasuba-Iswan Hasjim pada Pilkada tahun 2015 yakni Partai Hanura diketahui sudah mempersiapkan dua nama untuk diusulkan ke pengurus DPP untuk diversifikasi. Dua nama yang akan diajukan partai besutan Oesman Sapta Odang yakni Ketua DPD Hanura Halsel, Roby Sondak dan Sekrtaris DPD Usman Hamza.

“Kami usul dua nama ke DPP yakni Ketua DPD Roby Sondak dan saya sendiri,” kata Sekretaris DPD Partai Hanura Halsel, Usman Hamza.

Sementara dikubu PKS sampai saat ini belum memikirkan nama yang akan menggantikan Wakil Bupati Iswan Hasjim.

“Kami belum pikirkan sampai ke sana,” singkat Ketua DPD PKS Halsel, Husni Salim. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut