Potong Anggaran Perjalanan dan Honor Staf, Kantor Dukcapil Halsel Dipalang

  • Bagikan
Kantor Dukcapil Halmahera Selatan yang dipalang dan ditempeli poster berisikan protes terhadap Kepala Dukcapil (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Sejumlah pegawai kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Kamis (3/10/2019) dini hari, menggelar aksi pemalangan kantor sebagai bentuk protes terhadap Kepala Dukcapil Saban Ali dan Kasubag Keuangan, Anggelina Adi Pati, yang selalu memotong anggaran perjalanan dinas dan honor lembur para staf .

Sejumlah tuntutan para staf dituangkan melalui poster yang digantung di depan kantor Dukcapil nampak tertulis ‘Kami staf Dukcapil sangat kecewa dengan Kadis dan Kasubag Keuangan’. Ditulisan yang lain para staf ini mendesak Bupati Halsel, Bahrain Kasuba segera mencopot keduanya dari jabatan masing-masing. ‘Copot Kadis Saban Ali dan Kasubag Keuangan Anggelina Adi Pati’.

Aksi protes ini kemudian menjadi tontonan warga Kota Labuha dan sekitarnya pada saat pagi hari. Sejumlah warga yang melintasi depan kantor Dukcapil yang terletak di bilangan Desa Tomori itu berhenti dan membaca sejumlah tulis yang dipasang di depan kantor, tak ketinggal sejumlah warga kemudin mengambil gambar melalui telepon genggam. Selain aksi palang kantor menuntut Saban Ali dan Anggelina mundur diri, para staf pun kompak melakukan aksi mogok kerja.

Salah satu staf Dukcapil Halsel, Abu yang menjadi korban dari Saban Ali dan Anggelina mengaktakan, aksi yang dilakukan itu karena menyangkut dengan kesejahteraan staf Dukcapil. Menurut Abu, Saban Ali dan Anggelina selalu melakukan potong biaya perjalanan dinas pembuatan KTP di setiap Kecamatan. Agar tidak tercium oleh para staf, modus yang dilakukan keduanya, memberikan biaya perjalan dinas kepada setiap staf yang turun di kecamatan dengan cara dipanjar atau cicil.

“Pemotongan itu sistem panjar, tapi kami tidak mau karena kami ini pelayanannya full bukan pelayanan ambil data, jadi cara kerjanya beda. Pelayanan KTP ini kerjanya full habis waktu di jalan,” kata Abu.

Selain itu, Abu menjelaskan selam ini Saban Ali dan Anggelina juga tidak membayar uang lembur para staf yang bekerja di luar jam kerja. Bahkan, kata Abu, pemotongan biaya perjalanan dinas dan honor lembur itu dilakukan Saban Ali dan Anggelina sejak menjabat Kepala Dinas pada tahun 2017.

“Terus ada hal di dalam sudah, itu uang lembur juga tidak dipenuhi selama dia menjabat,” cetus Abu.

Meski demikian, Abu tidak mengetahui pasti besaran anggaran perjalanan dinas dan honor lembur yang ditilep Saban Ali dan Anggelina selama tiga tahun ini.

“Tidak bisa ditaksir berapa jumlah biaya perjalanan dinas dan honor lembur yang dipotong,” pungkas Abu. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut