Ungkap Dugaan Mahasiswa Kena Tembak, Polda Malut Periksa 53 Saksi 

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Yudi Rumantoro (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Polda Maluku Utara (Malut) telah melakukan investigasi terkait salah satu mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Sugianto A Hanafi yang diduga terkena tembakan selongsong peluru gas air, saat mengikuti aksi penolakan RUU KUHP dan KPK di depan kantor DPRD Kota Ternate pada Rabu (25/9) lalu.

Untuk mengungkap dugaan mahasiswa kena tembak gas air mata, tim investigasi Polda Malut telah memeriksa terhadap 53 orang saksi terdiri dari 36 anggota Polisi, 11 mahasiswa, 6 orang dari masyarakat dan dokter.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Yudi Rumantoro mengatakan hasil ivestigasi yang dilakukan dan pemeriksaan terhadap 53 saksi. Tim belum bisa simpulkan penyebab luka di mata kiri korban Sugianto saat mengikuti demo tersebut, karena hasil visum hanya menyampaikan luka tersebut akibat terkena benda tumpul.

“Masyarakat sudah terbuka, Polri bisa mendapatkan visual maupun keterangan-keterangan, 36 anggota sudah diperiksa dan 11 mahasiswa, 6 masyarakat dan dokter itu telah menjelaskan bahwa investigasi ini belum bisa menentukan sebab apa dan karena apa,” kata Yudi kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

Agar pengungkapan tidak disalah artikan, Polda Malut mempersilahkan masyarakat maupun mahasiswa yang hendak ikut sama-sama melakukan investigasi, bisa ikut bergabung dengan tim investigasi bentukan Polda Malut.

“Jika nanti ada masyarakat atau mahasiswa yang ingin bergabung dalam tim investigasi dipersilakan terhadap adanya korban yang diduga tekena gas air mata itu,” jelasnya.

Yudi mengimbau agar ke depan kegiatan terkait aksi unjuk rasa saling berbagi informasi, sehingga tugas Kepolisian bisa mempersiapkan cara pengamanannya, kemudian diharapkan agar tidak menyebar opini, menunggu hasil investigasi sampai dengan tuntas dan sambil menunggu korban sehat.

“Kedepan kita tetap mempedomani pada Undang-Undang nomor 9 tahun 98 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum, kerana ketentuan sudah jelas menghormati hak orang lain,” terangnya.

Sementara yang diduga selongsong peluru gas air mata, tim investigasi bakal mengirim ke Bareskrim Polri agar bisa mengetahui hasilnya. Untuk korban sendiri, hingga kini belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan pada salah satu rumah sakit di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saat ini korban sedang menjalani operasi di Makassar, sementara hasil visum menyampaikan bahwa itu adalah benda tumpul, tetapi kalau kita kaitkan dengan luka yang ada itu relafan, jika misalkan itu peluru pasti ada bekas gas air mata di baju,” tuturnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut