Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Warga Samuda Minta Bupati Halut Batalkan Kades Terpilih

  • Whatsapp
Massa aksi di depan kantor Bupati Halmahera Utara (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menuntut (Germut) Desa Samuda, Kecamatan Galela Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), meminta Bupati Frans Manery agar membatalkan kepala desa (Kades) terpilih nomor urut 01 Erwin Rasai, karena diduga menggunakan ijazah palsu saat pencalonan.

“Kami masyarakata Desa Samuda Kecamatan Galela Barat, menyatakan menolak pelantikan kades terpilih nomor urut 01 Erwin Rasai sebagai Kades Desa Samuda, karena kami tidak mau pimpinan kami memiliki ijazah palsu,” kata Korlap Aksi, Jeferson Luoko saat berorasi di depan kantor Bupati Halut, Rabu (9/10/2019).

Muat Lebih

Selain meminta bupati menunda pelantikan terhadap Erwin, massa aksi juga mengaku bakal melaporkan Kades terpilih Erwin  ke aparat penegak hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

“Kami akan menggugat Kades terpilih Erwin Rasai juga ke pihak Polisi, Jaksa dan Pengadilan karena diduga menggunakan ijazah palsu pada saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Samuda,” tutur Jeferson.

Sementara itu, Kabid Administrasi DPMD Halut, Frangky Hole yang juga sebagai Panitia Kabupaten Pilkades, saat hering dengan utusan massa aksi mengatakan, terkait dengan tuntutan massa aksi pihaknya akan membahas secara bersamaan dengan melibatkan seluruh Panitia Kabupaten.

“Untuk laporan yang masuk ke Panitia Kabupaten sampai saat ini sudah 10 desa termasuk Desa Samuda. Oleh sebab itu, Kamis (10/10) besok, kami panitia akan mengadakan pertemuan untuk membahas masalah gugatan yang masuk kepada kami,” tuturnya.

Sementara untuk masalah ijazah palsu yang diduga digunakan Cakades, ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).

“Untuk permasalahan terkait dengan ijazah palsu kami akan berkoordinasi dengan pihak Dikbud, dan untuk hasil sendiri akan kami sampaikan setelah sudah ada keputusan dari Panitia Kabupaten,” tutupnya. (Ajo)

Pos terkait